Saturday, October 16, 2010

INTISARI MATERI MIKROBIOLOGI

INTISARI MATERI PERTEMUAN PERTAMA MIKROBIOLOGI

A.PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA
Mikrobiologi merupakan ilmu yang mengkaji organism hidup yang berukuran mikroskopis. Mikrobiologi dalam pengkajiannya memerlukan ilmu lain yang berperan untuk menunjang daripada permasalahan permasalahan yang ada di dalam mikrobiologi seperti Fisika, Kimia, dan Biokimia.
Di dalam mikrobiologi dikenal istilah mikroba, mikroba merupakan jasad hidup yag ukurannya keci, bisa juga disebut mikroorganisme atau jasad renik. Mikroba secara umum di alam berperan sebagai produsen, konsumen dan redusen. Sebagian besar mikroba memiliki sel tunggal sehingga semua aktivitas fisiologisnya, dilakukan oleh satu sel saja, namun ada pula mikroba yang bersel banyak walaupan organisasi selnya belum begitu sempurna dan baik.

B.SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
Sejarah perkembangan mikrobiologi di dunia ini takan lepas dari tokoh ilmuwan yang terlibat didalamnya, banyak sekali ilmuwan yang memiliki sumbangsih pada mikrobiologi diantaranya:

1.Leeuwenhoek (1633-1723), dengan mikroskop 50-300x ia menemukan animalculus yang kemudian lahir teori abiogenesis
2.F. Redi ( 1626-1697), ia mengemukakan teori biogenesis lewat penelitian daging yang ditumbuhi dengan belatung pada daging yang terbuka di toples
3.Lazzaro spallanzani (1729-1799), dari percobaannya ia menyimpulkan bahwa perkembangan mikroba dalam suatu bahan dalam arti terbatas menyebabkab terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut.
4.Louis Pasteur (1822-1895), ia menemukan pasteurisasi dan sterilisasi.
5.John Tyndall (1820-1893), ia menemukan bakteri berspora yang percobaannya mendukung Pasteur dan kemudian menemukan tyndalliasasi.
Mikroba dalam kehidupan memiliki peranan yg penting, salah satunya dalam transpormasi bahan organiik yang kemudian terjadi perubahan kimia yg sekarang dikenal dengan istilah fermentasi dan pembusukan.
C. Latour, Schwann, dan kutzing (1837) melakukan percobaan pada zat gula yang mengalami fermentasi yg kemudian disimpulkan bahwa perubahan gula menjadi alcohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologis dari khamir/ ragi. Selain itu juga mikroba ada yang dapat merugikan karena bisa menyebabkan penyakit. Salah satu ilmuwan yang terkenal dari sumbangsihnya dari teori “ postulat Koch “ yaitu Robert Koch (1876) yang membuktikan bahwa antraks disebabkan oleh bakteri.
Berdasarkan perkembangan zaman, mikroba banyak di gunakan dalam aktivitas kehidupan manusia, misalnya ragi untuk membuat anggur, jamur aspergillus sp. Untuk kecap dan mikroda lainnya yang digunakan untuk pembuatan yang lain.

C.STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROBA
1.Struktur membrane sel pada mikroba umumnya membrane mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukan adanya lipatan.
2.Dindingsel, pada bakteri bersifat agak elastic dan tidak permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan molekul rendah. Rangka dasarnya adalah murein peptidoglikan.
3.Inti sel bakteri eukaryote pada masa interfase dikelilingi oleh membrane yang terdiri atas 2 lapisan lemak.
4.Flagel dan phili, flagel berupa cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak bakteri
5.Kapsul dan lendir, terdapat dipermukaan luar sel yang dihasilkan dari senyawa yang kaya akan airsebagai hasil dari akumulasi bakteri, adapun fungsinya adalah untuk menimbulkan sifat virulenterhadap inangnya.

INTISARI MATERI FISWAN

INTISARI MATERI PERTEMUAN PERTAMA FISIOLOGI HEWAN

A.KONSEP FUNDAMENTAL FISWAN
Fisiologi hewan yaitu ilmu yang mengkajiseluk beluk mekanisme fungsi kehidupan beserta segala aktivitas dengan berbagai gejala system hidup serta pengalaman dari segala fungsi system hidup yang terjadi pada hewan.
Pada prinsipnya hewan untuk mempertahankan hidupnya harus beraktivitas dalam rangka mempertahankan hidupnya. Ketika dalam melaksanakan aktivitas tsb hewan harus beradaptasi agar kebutuhannya terpenuhi. Tentu saja ketika beraktivitas kondisi mereka dipengaruhi oleh aspek lingkungan baik internal ( tubuhnya) maupun eksternal.
Claud Bernard (1813 – 1878), ia mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan stabilisasi tubuh di lingkugan eksternal, maka harus mempertahankan stabilitas tubuh hewan tsb. Selain itu juga Cannon ( 1871 – 1945) mengembangkan gagasan dari C. Bernard yang kemudian dikenal istilah HOMEOSTATIS.
Terkait factor internal yang mempengaruhifungsi kehidupan hewan, di asumsikan bahwa ada hal hal yang harus di jaga yaitu PH, kandungan air, kadar garam, suhu, serta kandungan nutrient pada tubuh hewan.
Adapun factor eksternal yang mempengaruhi aktivitas dari fungsi kehidupan hewan dapat dibedakan menjadi lingkungan aquatic dan lingkungan terrestrial.

B.FISIOLOGI SEL
Sel merupakan unit morfologis dan unit fungsional pada makhluk hidup (hewan). Sel berdasarkan tingkat kompleksitasnya dapat dibedakan menjadi sel tunggal dan sel multiseluler. Beberapa ilmuwan klasik yang menemukan dan mengemukakan tentang se, antara lain:

1.Robert Hook (1685), ia mmeneliti irisan gabus dengan mikroskop 30x perbesaran terlihat seperti kotak kecil yg kemudian disebut sel.
2.Leeuwenhoek, ia mengamati sel darah, sel sperma, air dengan mkroskop 300x perbesaran terlihat ada mikroba.
3.Schleiden dan Schwann ( 1893 ), mereka mengemukakan teori sel yang dari hasil pengamatannya dihasilkan teori reproduksi, pertumbuhan, perbaikan organism multiseluler.

Berdasarkan struktur dan fungsi organel sel . sel dibedakan menjadi sel prokaryotic dan sel eukaryotic. Pada sel terdapat organel organel yang melakukan fungsi fisiologis, organel tersebut meliputi:

•Inti sel yang berisi DNA yang di organisasi dari protein selanjutnya membentuk kromatin lalu menggulung menjadi kromosom. Inti sel pada sel berfungsi sbg pengendali aktivitas sel.
•Ribosom berfungsi sbg bahan baku protein.
•Retikulum Endoplasma, dapat dibedakan menjadi RE halus yang berperan sbg pensintesa lipid, karbohidrat, dan penetral racun. Adapun RE kasar sebagai pensintesis protein.
•Aparatus golgi, bekerja sbg bagian dari system transport, sbg penyeleksi zat yang akan dikeluarkan dari sel dan memodifikasi glikoprotein dari karbohidrat serta menyortir dan mengarahkan protein pada tempat yang se memeharusnya.
•Lisosom, sbg sistempencernaan intersel dan membuang zat asing atau zat yang tak berguna lagi.
•Mitokondria, yang berperan sebagai tempat respirasi sel.
•Sentriol, yang berbentuk seperti tabung kecil yang terdiri atas silinder triplet mikrotubulus berperan penting selama pembelahan sel.
•Sitoskeleton, terbagi menjadi mikrotubulus, mikrofilamen, dan filament intermediet berfungsi dalam mempertahankan struktur sel agar tidak berubah.
•Membran plasma berfungsi sbg penyeleksi zat yang akan masuk ke sel.

Dalam aktivitasnya organel sel melakukan fisiologi dan saling berkoor dinasi untuk mempertahankan dan memperbanyak sel, dengan maksud agar sel yang rusak dapat diganti oleh sel yang telah di hasilkan.
Banyak sekali aktivitas sel yang dilakukan di dalamnya spt metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang semua itu dilakukan oleh organel tertentu yang ada di dalam sel.

C.FISIOLOGI SARAF
Dalam melakukan fungsi fisiologisnya, hewan dikendalikan oleh saraf. Saraf ini harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasi organism sesuai dengan perintahnya, bila tidak maka suatu organism tidak akan melakukan fungsi kehidupannya dengan baik.
Saraf memiliki sel penyusun yaitu Neuron dan sel glia.
Neuron berdasarkan fungsinya terbagi menjadi neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik. Neuron bekerja menghasilkan potensial aksi yang kemudian menjadi impuls dan kemudian diteruskan ke sel lain untuk melakukan respon.
Adapun Sel glia memiliki peran sbg pembung zat sisa dari sekitar neuron, menjaga lingkungan ionic neuron agar selalu tepat, dan mendukung sel saraf dalam fungsi kendali dan koordinasi tubuh.
Sel saraf memiliki komponen yang terdiri dari badan sel yang berfungsi sbg tempat sintesis neuron transmitter,dendrite sbg penerima rangsang dan membawanya ke badan sel, Akson sbg penjalar impuls ke ujung akson.
Dalam fisiologi saraf dikenal istilah istilah berikut:

1.Polarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf tidak sedang menjalarkan rangsang
2.Depolarisasi, yaitu konddisi dimana sel saraf dalam keadaan menerima rangsang dan menjalarkannya shingga sel saraf melakukan aksi.
3.Repolarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf melakukan peregangan setelah terjadi penjalaran impuls.
Ketiga istilah tersebut merupakan aktivitas dari sel saraf yang senantiasa akan terus terjadi berulang ulang dalam melaksanakan fisiologinya.