ALGAE
A. SEJARAH ALGAE
3,5 milyar tahun yang lalu ditemukan cyanobacteria yang bersifat prokaryot, dan selanjutnya di temukan cyanobacteria eukaryot yang memiliki mitokondria, chloroplast, dan kromosom.
Alga memiliki persamaan dan perbedaan dengan tumbuhan pada umumnya. persamaan algae dengan tumbuhan biasa adalah sama – sama memiliki dinding sel yang bahannya dari selulosa, bersifat autotrof, dan mempunyai khlorofil a. adapun perbedaannya yaitu algae tidak memiliki akar, batang , daun, serta organ yang seperti tumbuhan pada umumnya, tidak punya jaringan vascular, tidak punya embrio ( semua sel bersifat fertile ), punya pigmen yang bervariasi ,struktur sel yang bervariasi dari mulai unisel,koloni,dan multiseluler.
Organel sel alga terdiri dari flagella, chloroplast tempat fotosintesis, pirenoid, bintik mata.
Variasi pigmen nya terdiri atas Chlorophyll ( hijau), karotenoid (coklat, kuning, atau merah), pikobilin (merah-pikoeritrin biru-pikosianin).
Habitatnya ada yang hidup di tanah dan atau di air, di air dingin atau air tawar , dan ada juga di air laut, ada yang berperan sebagai plankton dan bentos, ataupun sebagai epipit.
B. CIRI UMUM ALGAE
Alga memiliki ciri – ciri seperti berikut.
Ukurannya yang bermacam – macam
Tubuhnya disebut Talus
Talus terdiri dari talus uniseluler dan talus multiseluler
biasanya bersifat eukaryot
memiliki khlorofil
Bersifat autotrof
Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual. Aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan fragmentasi. sedangkan seksual dilakukan dengan isogami, anisogami, dan oogami.
isogami adalah perkawinan 2 gamet yang memiliki flagell dan memiliki ukuran dan morfologi yang sama
anisogami adalah perkawinan 2 gamet yang beda ukurannya dan flagellnya.
oogami adalah perkawinan 2 gamet jantan yang berflagell dengan telur.
C. DASAR KLASIFIKASI ALGAE
klasifikasi alga didasarkan pada kriteria berikut.
Pigmen dalam artian susunan kimianya
produksi makanan cadangan ( kimia penyusunnya)
flagell ( jumlah dan morfologinya)
dinding sel ( kimiawi penyusun dan sifat fisiknya)
organisasi sel yang setiap sel punya perangkat sel bervariasi
sejarah hidup dan reproduksinya.
D. MACAM – MACAM ALGAE
1. Alga hijau ( Filum Chlorophyta)
Alga ini menyerupai Euglenophyta dalam hal pigmen foto sintetik (klorofil a dan b). akan tetapi , sel selnya terkurung dalam dinding selulosa yang kaku. beberapa diantaranya berflagela ( mis. chlamydomonas) dan bahkan yang tidak pun menghasilkan gamet gamet berflagela ( ulva) dan atau zoospore.
telah di identifikasi sebanyak 6500 species alga hijau. selain dari banyak anggota uniseluler chlamydomonas , dalam filum ini terdapat juga bentuk bentuk koloni dan multiseluler. Spyrogyra tubuh sebagai filamen sel yang hijau , masing masing hidup sendiri. volvox dan ulva agaknya harus dianggap bentuk multiseluler artinya bulatan kosong merupakan satu individu sebagaimana lapisan rangkap pipih sel ulva. garis antara koloni sel sel individu dan organisme multiseluler tunggal tidak selalu mudah ditarik. Bahkan pada anggota filum ini yang tampaknya multiseluler sejati, sel sel unsur pokook itu tidak dikhususkan ke bentuk jaringan khusus atau organ organ.
Banyak diantara anggota nonmotil filum ini tampaknya benar – benar seperti tumbuhan. dinding sel selulosa dan adanya klorofil a dan b merupakan ciri tumbuhan dan hal ini menunjukan bahwa alga hijau kerabat protista yang paling dekat dengan tunbuhan. sebagian besar ahli biologi percaya bahwa dunia tumbuhan berevolusi dari anggota awal filum iini.
Alga hijau penting sebagai sumber makanan bagi banyak protozoa dan hewan air. Chlorella uniseluler banyak diteliti banyak ahli biologi, baik sebagai organisme yang penuh dengan rincian fotosintesis maupun kemungkinan sebagai sumber makanan didaerah yang tidak sesuai untuk pertanian konvensional.bila persediaan air di pupuk dengan posfat dan nitrat maka alga hijau akan membentuk kembangan alga yang luas sekali.
2. Alga merah ( Filum Rhodophyta)
alga merah hampir seluruhnya hidup di lautan . beberapa uniseluler , tapi sebagian besar dalam bentuk multiseluler yang hidup tertambat pada batuan , dermaga, dan lain – lain, di bawah tingkatan surut yang rata – rata. Kira – kira 1500 species telah di identifikasi.
Alga merah melaksanakan fotosintesis dengan klorofil a. Karena merupakan eukaryot yang baik, mereka menggabungkan klorofilnya dalam satu atau lebih kloroplas. akan tetapi, sistem membrane dalam kloroplas ini sangat mirip dengan yang terdapat dalam sel alga hijau – biru. kesamaan antara keduanya menyebar sampai ke pigmennya. alga merah, sebagaimana alga hijau-biru , memiliki fikosianin dan fikoeritrin dalam membrane fotosintetiknya.keduanya berguna sebagai pigmen antenna, yang meneruskan energi yang diserap kepada klorofil a.
Alga merah berbeda dengan eukaryot lainnya, dalam satu hal yang mendasar. mereka tida pernah memperolehflagela “ 9+2” yang amat khas bagi filum eukaryot lainnya.
beberapa alga merah digunakan sebagai makanan di daerah pantai, terutama di kawasan timur. agar-agar yang secara luas digunakan sebagai dasar untuk pembiakan bakteri dan organisme lain, diekstrak dari alga merah.
3. Alga Coklat ( Filum Phaeophyta)
anggota ini tediri dari 1500 species mengandung fukosantin, yang melapisi warna hijau (klorofil a dan c). semua alga coklat multiseluler, bentuk – bentuk yang hampir seperti tumbuhan semata mata ditemukan di air asin. gulma batuan , yang membentuk hamparan padat di batuan yang terbuka terhadap pasang yang berganti ganti dan kelp merupakan anggota filum ini yang besar dan tersebar luas. Pada organisme ini ada species spesialisasi bagian bagian , dan banyak mempunyai daur hidup yang lebih rumit. kelp raksasa sepanjang pantai pasifik tubuh panjang 30 meter. walaupun ukurannya besar , organisme bentuk bentuk ini masih sangat sederhana dibandingkan dengan tumbuhan sejati.
alga coklat dipakai untuk makanan dibeberapa daerah pantai dimuka bumi, di amerika serikat, sebagai sumber pupuk dan yodium.
4. Alga Pirang ( Filum Chrysophyta)
Alga pirang mendapat warnanya dari karotenoid coklat kuning yang disebut fukosantin. klorofilnya a dan c. sebagian besar anggotanya dalam kelompok ini adalah uniseluler dan banyak yang berflagela. kelompok ini terdiri atas 5300 species, 5000 diantaranya adalah diatom.
diatom mempunya dinding sel atau cangkang yang terdiri atas dua bagian yang saling menutup. cangkang ini diisi silica dan sering berhiasan dengan indahnya. sebenarnya , pemahatan yang lembut pada cangkang beberapa species merupakan uji coba yang baik untuk mutu lensa mikroskop.
Diatom berperan penting dalam ekonomi alam . baik dalam air tawar maupun di lautan, mereka merupakan bagian penting dari fotosintesis yang berlangsung. dengan demikian mereka berguna sebagai sumber makanan bagi banyak protista tak berwarna dan hewan hewan kecil. pada gilirannya, mereka ini berguna sebagai makanan hewan hewan yang lebih besar lagi. sebagai penghasil makanan utama dalam lingkungan air, dengan demikian diatom memperpanjang kehidupan organisme lain yang beraneka ragam dan nonfotosintetik.
cangkang berkaca diatom itu tidak hancur setelah mati. akibatnya, cangkang tersebut dapat menumpuk di dasar laut di kawasan yang banyak sekali diatomnya. kadang kadang, berjuta juta tahun kemudian, endapan ini diangkat ke atas permukaan laut karena kekuatan geologi. hal ini terjadi di California dan endapan itu sekarang digali dan dijual sebagai tanah diatom. bahan ini digunakan sebagai agen penyaring untuk menjernihkan cairan dan juga digunakan sebagi bahan tak tembus suara. banyak cangkang berkaca yang tak terhitung amat banyak sebagai ampelas , dan pupuk penggosok , penggosok perak, dan lain lain, sering berisi tanah berdiatom.
diatom membentuk kelompok kelompok yang demikian homogen nya sehingga memungkinkan para ahli taksonomi sangat puas dengan memisahkannya drai Chrysophyta dan menempatkannya dalam filum tersendiri.
E. PERAN ALGAE DALAM KEHIDUPAN
Peran alga dalam kehidupan, antara lain sebagai berikut.
sebagai fitoplankton
penghasil O2
Alga yang hidup di tanah berperan untuk stabilitasi dan perbaikan fisik tanah
Alga merah dan coklat berperan sebagai pupuk
diatom sebagai bahan penggosok
Alga hijau sebagai sumber vitamin A,B, C dan K
Alga merah sebagai media kultur biologis
Alga prototheca sebagai pathogen pad amanusia yang menyebabkan radang pada sendi
Alga cephalerous menyerang daun the, kopi, lada, cengkeh, dan jeruk
Alga lautan : dinoflagelata dari genus gymnodinium dan gonyaulax menghasilkan neurotoxin atau racun saraf.
Referensi:
Kimball, W. John.1983. Biologi. jilid 3 edisi kelima.Jakarta: erlangga
Hernawan, hudiana. Handout materi Mikrobiologi Alga.
INTISARI FISWAN DAN MIKROBIOLOGI
Sunday, January 2, 2011
INTISARI FISWAN AKHIR SISTEM RESPIRASI
INTISARI MATERI FISWAN TERAKHIR
SISTEM RESPIRASI
1. SISTEM RESPIRASI
secara umum respirasi adalah memasukan oksigen dari lingkungan eksternal kedalam tubuh, setelah itu dip roses dengan alat pernapasan yang nantinya digunakan untuk proses oksidasi atau respirasi untuk proses metabolisme selanjutnya menghasilkan energi, air, dll. energi tersebut yang akan digunakan oleh hewan untuk melakukan aktivitas kehidupannya, disamping itu pula, CO2 yang di hasilakn dari metabolisme di keluarkan dari lingkungan internal ke lingkungan eksternal.
Jauh didalam tubuh (sel), O2 di gunakan untuk menghasilkan ATP dan O2 yang di hasilkan tubuh di keluarkan.
Berdasarkan kebutuhan O¬2, respirasi dapat dibedakan menjadi respirasi aerob ( ATP dihasilkan oleh O2 berjumlah 36 – 38 ATP) dan respirasi anaerob ( ATP dihasilkan tidak oleh O2 dan sedikit ATP nya). respirasi seluler berlangsungsung di dalam matriks mitokondria.
Hewan sebagian besar termasuk kedalam organisma yang bernapas dengan sistem pernapasan aerob. maka dari itu hewan akan selalu membutuhkan O2 untuk kelangsungan hidupnya. hewan dapat memperoleh O2 melalui salah satu dari lima macam mekanisme pokok berikut ini:
a. difusi sederhana ( difusi seluler ) dari air atau melalui permukaan tubuhnya yang lembab atau basah, misalnya pada amoeba dan dugesia;
b. difusi ( epidermal ) dari udara atau air lewat jaringan tubuhnya yang tipis ke dalam pembuluh darah, misalnya pada Lumbricus;
c. dari udara ( melalui spirakulum ) atau dari air ( melalui insang trakea ) kedalam suatu sistem saluran udara ( trakea ) ke dalam jaringan tubuh, misalnya pada insekta;
d. dari air melalui permukaan insang ( branchia ) ke dalam pembuluh darah , misalnya pada ikan dan amphibia;
e. dari udara melalui permukaan paru – paru ( pulmo ) yang lembab atau basah kedalam pembuluh darah, misalnya pada vertebrata terrestrial.
2. ORGAN RESPIRASI
Organ respirasi ini bermacam macam serta di sesuaikan dengan jenis habitat hewannya. adapun organ respirasinya dapat dibedakan menjadi organ respirasi hewan terrestrial dan hewan aquatic.
a. Hewan aquatic
Hewan ini sudah ada yang bernapas menggunakan kulit dan insang ( luar dan dalam ). yang bernapas dengan insang luar misalnya larva katak, dan yang bernapas dengan insang dalam misalnya ikan.
Ikan memiliki kantong udara yang berfungsi untuk mengatur daya apung agar dapat bergerak ke permukaan air dan kedalam dasar air, selain itu juga berperan daslam proses respirasi.
b. Hewan terrestrial
hewan ini ada yang bernapas dengan paru – paru difusi, paru – paru buku, trachea, paru – paru alveolar dan paru sempurna.
paru paru sempurna biasanya terdapat pada hewan mammalian yang meliputi traktus respiratorius, paru – paru, thorax, pleura, otot otot respirasi termasuk diafragma, dan saraf. adapun yang termasuk kedalam traktus respiratorius adalah rongga hidung, pharynx, larynx, trachea, dan bronchi.
3. MEKANISME RESPIRASI
mekanisme pada respirasi ini selalu berlangsung saat penarikan dan pengeluaran udara dari luar kedalam tubuh, serta dari dalm keluar tubuh. mekanismenya meliputi proses inspirasai dan ekspirasi.
a. inspirasi
yaitu pembesaran rongga thorax yang di ikuti pengembangan paru – paru lalu tekanan udara dari luar, akibatnya udara masuk ke paru – paru.
b. ekspirasi
yaitu pengecilan rongga thorax dan paru – paru yang di ikuti keluarnya udara dari paru – paru.
4. TRANSPOR ZAT DALAM SISTEM RESPIRASI
transport zat dalm tubuh yaitu meliputi transport O2 dan transport CO2.
a. Transpor O2
dalam darah, O2 di ikat oleh pigmen respirasi dan ada yang terlarut dalam plasma darah. pigmen respirasi ini biasanya dimiliki oleh invertebrate sderhana yang memiliki protein dalam sel darah atau plasma darah yang punya afinitas gabung tinggi terhadap O2 , dan juga untuk meningkatkan kapasitas angkut.
Mekanismenya, paru – paru yang kaya akan O2 menyalurkan O2 ke kapiler darah, dari sana O2 berdifusi karena tekanan di alveoli lebih tinggi dari pada tekanan O2 dalam kapiler, sebagian kecil O¬2 tetap ada dalam plasma dalam bentuk larutan sederhana dan sebagian besar masuk ke eritrosit berikatan dengan haemoglobin membentuk oxyhaemoglobin. Selanjutnya O2 di edarkan ke seluruh sel yang menbutuhkannya untuk respirasi sel.
b. Transpor CO2
metabolisme sel menghasilkan CO2 dan air metabolic. Air metabolic akan digunakan oleh tubuh sedangkan CO2 akan menimbulakan gangguan fisiologis. CO2 + H2O akan menghasilkan H2CO3 yang menyebabkan PH tubuh jadi asam dan mengganggu kerja enzim dan metabolic sel. maka CO2 harus di keluarkan dari tubuh.
CO2 yang diangkut oleh darah biasanya dalam bentuk senyawa karbamino, CO2 terlarut dalam darah, asam karbonat, dan ion bikarbonat serta senyawa basa bikarbonat.
Untuk menanggulangi suasana asam, maka harus dibentuk senyawa basa bikarbonat agar PH tubuh tetap normal, maka kondisi seperti inilah yang dikenal dengan istilah buffering.
5. PERTUKARAN ZAT DALAM SISTEM RESPIRASI
pertukaran zat ini biasanya dalam bentuk gas . Lingkungan eksternal menyediakan gas di alam lalu digunakan oleh hewan yang nantinya hewan tersebut mengeluarkan gas kembali ke alam.
Keuntungan dan kerugian hewan yang hidup di air dan di darat, antara lain:
a. hewan air mengeluarkan energi yang lebih besar daripada hewan darat untuk mendapatkan O2
b. hewan yang bernapas di udara harus mengeluarkan energi tambahan untuk melawan gravitasi;
c. hewan yang bernapas di udara lebih mudah mendapatkan O2 dari pada hewan yang hidup di air;
d. hewan air mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 ke lingkungan.
6. SISTEM RESPIRASI BERBAGI MACAM HEWAN
Sistem respirasi pada hewan berbeda – beda, berikut akan disinggung dari karakteristik pernapasan dari tiga jenis hewan.
a. Amphibia
ciri khasnya:
pengambilan CO2 dan keluar CO2 terjadi lewat paru – paru maupun kulit
Jalur keluar O2 yang utama adalah lewat kulit
Inspirasi di awali dengan kontraksi otot di dasar mulut, lalu rongga mulut meluas dan terjadilah tekanan negative di dalamnya yang akan mengubah posisi nostril jadi terbuka dan udara masuk lewat nostril itu.
b. Burung
ciri khasnya:
gerak inspirasi: kontraksi otot respiratori yang mendorong tulang tulang iga ke arah depan lalu menghasilkan gerakan sternum ke depan dank e bawah.
tulang iga lainnya bergerak ke arah lateral dan menyebabkan peningkatan volume rongga tubuh , paru dan kantong udara ikut mengembang.
akibatnya tekanan gas dalam paru dan kantung udara turun, yang nantinya udara atmosfer masuk ke dalamnya.
c. Mammalia
ciri khasnya:
fase inspirasi terjadi dengan gerakan rongga dada yang mengembang lalu paru paru mengembang dan udara masuk.
fase ekspirasi terjadi dengan dada yang mengempis kemudian paru paru mengempis, dan keluarlah udara dari tubuh.
Referensi:
Suntoro, Handari susilo dan Tanjung, Harminani djalal. 1995. Anatomi dan Fisiologi Hewan. Cetakan kedua. Jakarta: Universitas terbuka
Hernawan, Hudiana. Handout materi Fisiologi Hewan Fisologi respirasi (pernapasan).
SISTEM RESPIRASI
1. SISTEM RESPIRASI
secara umum respirasi adalah memasukan oksigen dari lingkungan eksternal kedalam tubuh, setelah itu dip roses dengan alat pernapasan yang nantinya digunakan untuk proses oksidasi atau respirasi untuk proses metabolisme selanjutnya menghasilkan energi, air, dll. energi tersebut yang akan digunakan oleh hewan untuk melakukan aktivitas kehidupannya, disamping itu pula, CO2 yang di hasilakn dari metabolisme di keluarkan dari lingkungan internal ke lingkungan eksternal.
Jauh didalam tubuh (sel), O2 di gunakan untuk menghasilkan ATP dan O2 yang di hasilkan tubuh di keluarkan.
Berdasarkan kebutuhan O¬2, respirasi dapat dibedakan menjadi respirasi aerob ( ATP dihasilkan oleh O2 berjumlah 36 – 38 ATP) dan respirasi anaerob ( ATP dihasilkan tidak oleh O2 dan sedikit ATP nya). respirasi seluler berlangsungsung di dalam matriks mitokondria.
Hewan sebagian besar termasuk kedalam organisma yang bernapas dengan sistem pernapasan aerob. maka dari itu hewan akan selalu membutuhkan O2 untuk kelangsungan hidupnya. hewan dapat memperoleh O2 melalui salah satu dari lima macam mekanisme pokok berikut ini:
a. difusi sederhana ( difusi seluler ) dari air atau melalui permukaan tubuhnya yang lembab atau basah, misalnya pada amoeba dan dugesia;
b. difusi ( epidermal ) dari udara atau air lewat jaringan tubuhnya yang tipis ke dalam pembuluh darah, misalnya pada Lumbricus;
c. dari udara ( melalui spirakulum ) atau dari air ( melalui insang trakea ) kedalam suatu sistem saluran udara ( trakea ) ke dalam jaringan tubuh, misalnya pada insekta;
d. dari air melalui permukaan insang ( branchia ) ke dalam pembuluh darah , misalnya pada ikan dan amphibia;
e. dari udara melalui permukaan paru – paru ( pulmo ) yang lembab atau basah kedalam pembuluh darah, misalnya pada vertebrata terrestrial.
2. ORGAN RESPIRASI
Organ respirasi ini bermacam macam serta di sesuaikan dengan jenis habitat hewannya. adapun organ respirasinya dapat dibedakan menjadi organ respirasi hewan terrestrial dan hewan aquatic.
a. Hewan aquatic
Hewan ini sudah ada yang bernapas menggunakan kulit dan insang ( luar dan dalam ). yang bernapas dengan insang luar misalnya larva katak, dan yang bernapas dengan insang dalam misalnya ikan.
Ikan memiliki kantong udara yang berfungsi untuk mengatur daya apung agar dapat bergerak ke permukaan air dan kedalam dasar air, selain itu juga berperan daslam proses respirasi.
b. Hewan terrestrial
hewan ini ada yang bernapas dengan paru – paru difusi, paru – paru buku, trachea, paru – paru alveolar dan paru sempurna.
paru paru sempurna biasanya terdapat pada hewan mammalian yang meliputi traktus respiratorius, paru – paru, thorax, pleura, otot otot respirasi termasuk diafragma, dan saraf. adapun yang termasuk kedalam traktus respiratorius adalah rongga hidung, pharynx, larynx, trachea, dan bronchi.
3. MEKANISME RESPIRASI
mekanisme pada respirasi ini selalu berlangsung saat penarikan dan pengeluaran udara dari luar kedalam tubuh, serta dari dalm keluar tubuh. mekanismenya meliputi proses inspirasai dan ekspirasi.
a. inspirasi
yaitu pembesaran rongga thorax yang di ikuti pengembangan paru – paru lalu tekanan udara dari luar, akibatnya udara masuk ke paru – paru.
b. ekspirasi
yaitu pengecilan rongga thorax dan paru – paru yang di ikuti keluarnya udara dari paru – paru.
4. TRANSPOR ZAT DALAM SISTEM RESPIRASI
transport zat dalm tubuh yaitu meliputi transport O2 dan transport CO2.
a. Transpor O2
dalam darah, O2 di ikat oleh pigmen respirasi dan ada yang terlarut dalam plasma darah. pigmen respirasi ini biasanya dimiliki oleh invertebrate sderhana yang memiliki protein dalam sel darah atau plasma darah yang punya afinitas gabung tinggi terhadap O2 , dan juga untuk meningkatkan kapasitas angkut.
Mekanismenya, paru – paru yang kaya akan O2 menyalurkan O2 ke kapiler darah, dari sana O2 berdifusi karena tekanan di alveoli lebih tinggi dari pada tekanan O2 dalam kapiler, sebagian kecil O¬2 tetap ada dalam plasma dalam bentuk larutan sederhana dan sebagian besar masuk ke eritrosit berikatan dengan haemoglobin membentuk oxyhaemoglobin. Selanjutnya O2 di edarkan ke seluruh sel yang menbutuhkannya untuk respirasi sel.
b. Transpor CO2
metabolisme sel menghasilkan CO2 dan air metabolic. Air metabolic akan digunakan oleh tubuh sedangkan CO2 akan menimbulakan gangguan fisiologis. CO2 + H2O akan menghasilkan H2CO3 yang menyebabkan PH tubuh jadi asam dan mengganggu kerja enzim dan metabolic sel. maka CO2 harus di keluarkan dari tubuh.
CO2 yang diangkut oleh darah biasanya dalam bentuk senyawa karbamino, CO2 terlarut dalam darah, asam karbonat, dan ion bikarbonat serta senyawa basa bikarbonat.
Untuk menanggulangi suasana asam, maka harus dibentuk senyawa basa bikarbonat agar PH tubuh tetap normal, maka kondisi seperti inilah yang dikenal dengan istilah buffering.
5. PERTUKARAN ZAT DALAM SISTEM RESPIRASI
pertukaran zat ini biasanya dalam bentuk gas . Lingkungan eksternal menyediakan gas di alam lalu digunakan oleh hewan yang nantinya hewan tersebut mengeluarkan gas kembali ke alam.
Keuntungan dan kerugian hewan yang hidup di air dan di darat, antara lain:
a. hewan air mengeluarkan energi yang lebih besar daripada hewan darat untuk mendapatkan O2
b. hewan yang bernapas di udara harus mengeluarkan energi tambahan untuk melawan gravitasi;
c. hewan yang bernapas di udara lebih mudah mendapatkan O2 dari pada hewan yang hidup di air;
d. hewan air mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 ke lingkungan.
6. SISTEM RESPIRASI BERBAGI MACAM HEWAN
Sistem respirasi pada hewan berbeda – beda, berikut akan disinggung dari karakteristik pernapasan dari tiga jenis hewan.
a. Amphibia
ciri khasnya:
pengambilan CO2 dan keluar CO2 terjadi lewat paru – paru maupun kulit
Jalur keluar O2 yang utama adalah lewat kulit
Inspirasi di awali dengan kontraksi otot di dasar mulut, lalu rongga mulut meluas dan terjadilah tekanan negative di dalamnya yang akan mengubah posisi nostril jadi terbuka dan udara masuk lewat nostril itu.
b. Burung
ciri khasnya:
gerak inspirasi: kontraksi otot respiratori yang mendorong tulang tulang iga ke arah depan lalu menghasilkan gerakan sternum ke depan dank e bawah.
tulang iga lainnya bergerak ke arah lateral dan menyebabkan peningkatan volume rongga tubuh , paru dan kantong udara ikut mengembang.
akibatnya tekanan gas dalam paru dan kantung udara turun, yang nantinya udara atmosfer masuk ke dalamnya.
c. Mammalia
ciri khasnya:
fase inspirasi terjadi dengan gerakan rongga dada yang mengembang lalu paru paru mengembang dan udara masuk.
fase ekspirasi terjadi dengan dada yang mengempis kemudian paru paru mengempis, dan keluarlah udara dari tubuh.
Referensi:
Suntoro, Handari susilo dan Tanjung, Harminani djalal. 1995. Anatomi dan Fisiologi Hewan. Cetakan kedua. Jakarta: Universitas terbuka
Hernawan, Hudiana. Handout materi Fisiologi Hewan Fisologi respirasi (pernapasan).
Wednesday, November 17, 2010
INTISARI MATERI MIKROBIOLOGI PERTEMUAN KEDUA
A.PERTUMBUHAN MIKROBA
Pertumbuhan yaitu pertambahan atau bertambahnya semua komponn sel suatu jasad secara teratur. Caranya bisa dengan pembelahan pada masing masing sel. Pada sel tunggal ( uniseluler ) pembelahan sel merupakan pertambahan individu. Pada hewan ber sel banyak pembelahan sel tidak menghasilkan penambahan jumlah individunya, melainkan merupakan pembentukan jaringan serta ukuran individu tersebut.
Pada hewan uniseluler pembelahan dilakukan secara biner, dari satu sel membelah menjadi dua sel baru, dan seterusnya. Bila dalam penghitungan waktu generasinya diperoleh rumus,
N = N0. 2n, dengAN n adalah jumlah sel , nO = jumlah sel awal, dan n= jumlah generasi.
Selain dapat dihitung waktu generasinya, mikroba juga dapat diukur pertumbuhannya. Pengukuran dapat dilakukan dengan alat petroff hausser bacteria counter (PHBC), Haemocytometer untuk menghitung khamir, spora, atau sel yang ukurannya lebih besar dari bakteri. Selain dengan alat modern seperti diatas, bisa juga penghitungan bakteri dilakukan dengan macam macam metode seperti:
•Metode plate count/ colony count, yaitu bisa dengan metode taburan permukaan media seperti agar, cairan, dan sebagainya, ataupun dengan metode taburan.
•Filter membrane dan most probable number, yaitu sample mikroba di biakan dengan medium cair seperti pengenceran.
•Photometer
•Spektropotometer
Bila kita berbicara mikroba, pastinya tak akan terlepas dari istilah pertumbuhan populasi dari mikroba itu sendiri. Mikroba dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, mereka berkembang dan memperbanyak diri sehingga apabila jumlah bakteri dihitung berdasarkan jumlah dan waktu pertumbuhannya maka dapat dibuat kurva pertumbuhannya.
Ada 2 sistem pembiakan mikroba, yang pertama yaitu dengan system biakan tertutup ( batch culture) dan biakan system terbuka ( continous culture). Dari system tertutup terdapat beberapa fase pertumbbuhan:
•Fase permulaan
•Fase pertumbuhan yang dipercepat
•Fase pertumbuhan logaritma
•Fase pertumbuhan mulai dihambat
•Fase stasioner maksimum
•Fase kematian dipercepat
•Fase kematian logaritma
Fase permulaan dan fase pertumbuhan dipercepat disebut lag phase.
Dari system biakan terbuka biasanya menggunakan suatu alat yang disebut khemostat. Dari system ini sel seolah olah dibuat dalam keadaan setengah kelaparan, sehingga pertumbuhan bakteri dihambat dengan ditunjukannya fase atau kecepatan pertumbuhan yang berbanding lurus atau konstan.
B.FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA
Dalam aktivitasnya, mikroba dipengaruhi oleh factor lingkungan. Factor lingkungan tersebut berupa factor abiotik dan biotic. Apabila 2 faktor tersebut berubah, maka akan mempengaruhi aktivitas mikroba sehingga akan merusak sifat morfologi dan fisiologi mikroba tersebut.
1.Factor abiotik
Factor abiotik ini dapat digolongkan menjadi beberapa kategori antara lain: suhu, kandungan air, tekanan osmose, dan ion – ion serta listrik.
Berdasarkan factor suhu, mikroba dapat dikelompokan menjadi mikroba psikofril (kelompok mikroba yang tumbuh pada suhu 0 – 30 0 C, dengan suhu optimumnya 150C) contohnya : Gallionella, yang kedua adalah mikroba Mesofil (suhu min 150C, dan optimum pada suhu 25 – 370C) contoh: Methylococcus capsulatus, dan yang terakhir adalah Bakteri Termofil (tahan pada suhu tinggi, dapat hidup pada suhu 30 – 600C, ada juga yang hidup dibawah suhu 300C) contoh: Bacillus.
Kandungan air yang cocok untuk mikroba biasanya pada water activity (aw = 0,6 – 0,998). Selain water activity, tekanan osmose pada mikroba juga sangat penting ,karena apabila mikroba diletakkan di larutan hipertonis daripada tubuhnya maka akan terjadi pengerutan atau penarikan molekul air dalam tubuh bakteri ke larutan (plasmolisis). Sedangkan apabila larutannya hipotonis dibandingkan dengan bakteri maka akan terjadi plasmoptisa.
Berdasarkan ion – ion dan listrik, mikroba dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu:
•Mikroba asidofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 2 – 5
•Mikroba mesofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 5,5 – 8
•Mikroba Alkalifil yaitu bakteri yang hidup pada PH 8,4 – 9,5
Apabila mikroba diberi aliran listrik maka akan mengakibatkan elektrolisis dan elektroforesis.
Apabila mikroba teradiasi maka bakteri yang tidak memiliki pigmen fotosintesis akan mengalami kerusakan pada struktur mikroba tersebut bahkan bisa musnah.
2.Factor biotic
Factor biotic yang mempengaruhi aktivitas bakteri dapat dibedakan menjadi:
•Interaksi dalam satu populasi mikroba, bisa bernilai positif bisa juga negative. Bila bernilai positif, maka interaksi lebih cenderung bersifat kooperasi. Tapi, apabila bernilai negative, maka interaksi lebih cenderung bersifat kompetisi.
•Interaksi antar populasi mikroba, diantaranya yaitu: netralisme, komensalisme, sinergis, mutualisme, kompetisi, amensalisme, predasi, dan parasitisme.
C.NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Nutrisi merupakan sumber makanan yang bisa terlarut didalam larutan, di tanah, dan lain sebagainya. Nutrisi biasanya terdapat pada medium (tempat untuk menumbuhkan bakteri), bisa berupa senyawa – senyawa seperti C, H, O, N dan P.
Bagi mikroba nutrisi memiliki fungsi yang penting yaitu sebagai sumber makanan untuk mikroba guna dalam memenuhi kebutuhan selnya dalam menjalankan fungsi fisiologiskehidupan. Tanpa nutrisi mekroba tak akan tumbuh dan berkembang bahkan bisa mati. Dalam garis besarnya bahan makanan / nutrisi dibagi menjadi 7 golongan, yaitu: air, sumber energy, sumber karbon, sumber aseptor electron, sumber mineral, factor tumbuh dan sumber nitrogen.
Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dapat dibedakan menjadi jasad ototrof dan heterotrof.
Mikroba berdasarkan sumber energi dapat dibedakan menjadi mikroba fototrof dan khemotrof.
Mikroba berdasarkan sumber donor elektron dapat dibedakan menjadi jasad litotrop dan organotrop.
Mikroba berdasarkan kebutuhan oksigen dapat dibedakan menjadi bakteri aerob, anaerob, mikroaerob, jasad aerob fakultatif, dan jasad kapnofil.
Medium pertumbuhan mikroba dapat dibedakan menjadi:
•Medium dasar (medium yang mengandung campuran senyawa an organik yang ditambah zat lain)
•Medium sintetik (medium yang susunan kimia dan kadarnya telah diketahui pasti)
•Medium diperkaya (medium yang ditambah zat tertentu yang merupakan nutrisi spesifik untuk jenis mikroba tertentu).
D.ENZIM MIKROBA
Enzim merupakan katalisator yang dihasilkan oleh sel – sel tertentu yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia pada pencernaan. Pada prinsipnya enzim berperan penting dalam meningkatkan kecepatan reaksi dengan menurunkan energy aktivasi. Saat enzim melangsungkan reaksi enzimatik, terjadiikatan sementara antara enzim dengan substratnya untuk waktu yang singkat. Selanjutnya enzim akan mereaksikan substrat sehingga ikatan enzim substrat akan pecah menjadi enzil dan hasil akhir.
Berdasarkan tempat bekerjanya enzim, enzim dapat di bedakan menjadi endoenzim (enzim yang bekerja di dalam sel), dan eksoenzim yaitu enzim yang bekerja diluar sel.
Berdasarkan daya katalis, enzim dapat dibedakan juga menjadi Oksidoreduktase, Transferasi, Hidrolase, Liase, Isomerase, Ligase, dan sebagainya.
Berdasarkan cara terbentuknya enzim, enzim dibedakan menjadi enzim konstitutif, dan enzim adaptif.
Dalam proses enzimatik, enzim dipengaruhi oleh factor – factor substrat, suhu, PH, penghambat enzim, activator/ kofaktor, dan penginduksi.
E.BIOENERGETIK MIKROBA
Bioenergetik mikroba merupakan bagian dari pengkajian mikroba berdasarkan penghasilan dan penggunaan energy oleh mikroba. Dalam melakukan proses metabolisme biasanya di hasilkan dan digunakan energy. Dalam melakukan Metabolisme, mikroba didalamnya melakukan proses katabolisme dan anabolisme.
Katabolisme merupakan proses perombakan bahan disertai pembebasan energy. Adapun anabolisme merupakan proses biosintesis yang memerlukan energy.
Dalam istilah metabolismedikenal istilah – istilah yang berkaitan dengan proses pembentukan maupun penggunaan energy (ATP) diantaranya yaitu: Biooksidasi, Fermentasi, Respirasi, Fotosintesis.
Energy yang diperoleh pada masing – masing proses tersebut di atas, selanjutnya digunakan dalam setiap reaksi endergonik dan eksergonik.
Adapun katabolisme makromolekul yang dilangsungkan oleh sel di dalmnya terjadi proses peruraian berupa peruraian karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat yang pada pelaksanaannya dibantu oleh enzim, hasil dari proses katabolisme tersebut selanjutnya di transfer kedalam siklus krebs.
Pertumbuhan yaitu pertambahan atau bertambahnya semua komponn sel suatu jasad secara teratur. Caranya bisa dengan pembelahan pada masing masing sel. Pada sel tunggal ( uniseluler ) pembelahan sel merupakan pertambahan individu. Pada hewan ber sel banyak pembelahan sel tidak menghasilkan penambahan jumlah individunya, melainkan merupakan pembentukan jaringan serta ukuran individu tersebut.
Pada hewan uniseluler pembelahan dilakukan secara biner, dari satu sel membelah menjadi dua sel baru, dan seterusnya. Bila dalam penghitungan waktu generasinya diperoleh rumus,
N = N0. 2n, dengAN n adalah jumlah sel , nO = jumlah sel awal, dan n= jumlah generasi.
Selain dapat dihitung waktu generasinya, mikroba juga dapat diukur pertumbuhannya. Pengukuran dapat dilakukan dengan alat petroff hausser bacteria counter (PHBC), Haemocytometer untuk menghitung khamir, spora, atau sel yang ukurannya lebih besar dari bakteri. Selain dengan alat modern seperti diatas, bisa juga penghitungan bakteri dilakukan dengan macam macam metode seperti:
•Metode plate count/ colony count, yaitu bisa dengan metode taburan permukaan media seperti agar, cairan, dan sebagainya, ataupun dengan metode taburan.
•Filter membrane dan most probable number, yaitu sample mikroba di biakan dengan medium cair seperti pengenceran.
•Photometer
•Spektropotometer
Bila kita berbicara mikroba, pastinya tak akan terlepas dari istilah pertumbuhan populasi dari mikroba itu sendiri. Mikroba dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, mereka berkembang dan memperbanyak diri sehingga apabila jumlah bakteri dihitung berdasarkan jumlah dan waktu pertumbuhannya maka dapat dibuat kurva pertumbuhannya.
Ada 2 sistem pembiakan mikroba, yang pertama yaitu dengan system biakan tertutup ( batch culture) dan biakan system terbuka ( continous culture). Dari system tertutup terdapat beberapa fase pertumbbuhan:
•Fase permulaan
•Fase pertumbuhan yang dipercepat
•Fase pertumbuhan logaritma
•Fase pertumbuhan mulai dihambat
•Fase stasioner maksimum
•Fase kematian dipercepat
•Fase kematian logaritma
Fase permulaan dan fase pertumbuhan dipercepat disebut lag phase.
Dari system biakan terbuka biasanya menggunakan suatu alat yang disebut khemostat. Dari system ini sel seolah olah dibuat dalam keadaan setengah kelaparan, sehingga pertumbuhan bakteri dihambat dengan ditunjukannya fase atau kecepatan pertumbuhan yang berbanding lurus atau konstan.
B.FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA
Dalam aktivitasnya, mikroba dipengaruhi oleh factor lingkungan. Factor lingkungan tersebut berupa factor abiotik dan biotic. Apabila 2 faktor tersebut berubah, maka akan mempengaruhi aktivitas mikroba sehingga akan merusak sifat morfologi dan fisiologi mikroba tersebut.
1.Factor abiotik
Factor abiotik ini dapat digolongkan menjadi beberapa kategori antara lain: suhu, kandungan air, tekanan osmose, dan ion – ion serta listrik.
Berdasarkan factor suhu, mikroba dapat dikelompokan menjadi mikroba psikofril (kelompok mikroba yang tumbuh pada suhu 0 – 30 0 C, dengan suhu optimumnya 150C) contohnya : Gallionella, yang kedua adalah mikroba Mesofil (suhu min 150C, dan optimum pada suhu 25 – 370C) contoh: Methylococcus capsulatus, dan yang terakhir adalah Bakteri Termofil (tahan pada suhu tinggi, dapat hidup pada suhu 30 – 600C, ada juga yang hidup dibawah suhu 300C) contoh: Bacillus.
Kandungan air yang cocok untuk mikroba biasanya pada water activity (aw = 0,6 – 0,998). Selain water activity, tekanan osmose pada mikroba juga sangat penting ,karena apabila mikroba diletakkan di larutan hipertonis daripada tubuhnya maka akan terjadi pengerutan atau penarikan molekul air dalam tubuh bakteri ke larutan (plasmolisis). Sedangkan apabila larutannya hipotonis dibandingkan dengan bakteri maka akan terjadi plasmoptisa.
Berdasarkan ion – ion dan listrik, mikroba dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu:
•Mikroba asidofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 2 – 5
•Mikroba mesofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 5,5 – 8
•Mikroba Alkalifil yaitu bakteri yang hidup pada PH 8,4 – 9,5
Apabila mikroba diberi aliran listrik maka akan mengakibatkan elektrolisis dan elektroforesis.
Apabila mikroba teradiasi maka bakteri yang tidak memiliki pigmen fotosintesis akan mengalami kerusakan pada struktur mikroba tersebut bahkan bisa musnah.
2.Factor biotic
Factor biotic yang mempengaruhi aktivitas bakteri dapat dibedakan menjadi:
•Interaksi dalam satu populasi mikroba, bisa bernilai positif bisa juga negative. Bila bernilai positif, maka interaksi lebih cenderung bersifat kooperasi. Tapi, apabila bernilai negative, maka interaksi lebih cenderung bersifat kompetisi.
•Interaksi antar populasi mikroba, diantaranya yaitu: netralisme, komensalisme, sinergis, mutualisme, kompetisi, amensalisme, predasi, dan parasitisme.
C.NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Nutrisi merupakan sumber makanan yang bisa terlarut didalam larutan, di tanah, dan lain sebagainya. Nutrisi biasanya terdapat pada medium (tempat untuk menumbuhkan bakteri), bisa berupa senyawa – senyawa seperti C, H, O, N dan P.
Bagi mikroba nutrisi memiliki fungsi yang penting yaitu sebagai sumber makanan untuk mikroba guna dalam memenuhi kebutuhan selnya dalam menjalankan fungsi fisiologiskehidupan. Tanpa nutrisi mekroba tak akan tumbuh dan berkembang bahkan bisa mati. Dalam garis besarnya bahan makanan / nutrisi dibagi menjadi 7 golongan, yaitu: air, sumber energy, sumber karbon, sumber aseptor electron, sumber mineral, factor tumbuh dan sumber nitrogen.
Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dapat dibedakan menjadi jasad ototrof dan heterotrof.
Mikroba berdasarkan sumber energi dapat dibedakan menjadi mikroba fototrof dan khemotrof.
Mikroba berdasarkan sumber donor elektron dapat dibedakan menjadi jasad litotrop dan organotrop.
Mikroba berdasarkan kebutuhan oksigen dapat dibedakan menjadi bakteri aerob, anaerob, mikroaerob, jasad aerob fakultatif, dan jasad kapnofil.
Medium pertumbuhan mikroba dapat dibedakan menjadi:
•Medium dasar (medium yang mengandung campuran senyawa an organik yang ditambah zat lain)
•Medium sintetik (medium yang susunan kimia dan kadarnya telah diketahui pasti)
•Medium diperkaya (medium yang ditambah zat tertentu yang merupakan nutrisi spesifik untuk jenis mikroba tertentu).
D.ENZIM MIKROBA
Enzim merupakan katalisator yang dihasilkan oleh sel – sel tertentu yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia pada pencernaan. Pada prinsipnya enzim berperan penting dalam meningkatkan kecepatan reaksi dengan menurunkan energy aktivasi. Saat enzim melangsungkan reaksi enzimatik, terjadiikatan sementara antara enzim dengan substratnya untuk waktu yang singkat. Selanjutnya enzim akan mereaksikan substrat sehingga ikatan enzim substrat akan pecah menjadi enzil dan hasil akhir.
Berdasarkan tempat bekerjanya enzim, enzim dapat di bedakan menjadi endoenzim (enzim yang bekerja di dalam sel), dan eksoenzim yaitu enzim yang bekerja diluar sel.
Berdasarkan daya katalis, enzim dapat dibedakan juga menjadi Oksidoreduktase, Transferasi, Hidrolase, Liase, Isomerase, Ligase, dan sebagainya.
Berdasarkan cara terbentuknya enzim, enzim dibedakan menjadi enzim konstitutif, dan enzim adaptif.
Dalam proses enzimatik, enzim dipengaruhi oleh factor – factor substrat, suhu, PH, penghambat enzim, activator/ kofaktor, dan penginduksi.
E.BIOENERGETIK MIKROBA
Bioenergetik mikroba merupakan bagian dari pengkajian mikroba berdasarkan penghasilan dan penggunaan energy oleh mikroba. Dalam melakukan proses metabolisme biasanya di hasilkan dan digunakan energy. Dalam melakukan Metabolisme, mikroba didalamnya melakukan proses katabolisme dan anabolisme.
Katabolisme merupakan proses perombakan bahan disertai pembebasan energy. Adapun anabolisme merupakan proses biosintesis yang memerlukan energy.
Dalam istilah metabolismedikenal istilah – istilah yang berkaitan dengan proses pembentukan maupun penggunaan energy (ATP) diantaranya yaitu: Biooksidasi, Fermentasi, Respirasi, Fotosintesis.
Energy yang diperoleh pada masing – masing proses tersebut di atas, selanjutnya digunakan dalam setiap reaksi endergonik dan eksergonik.
Adapun katabolisme makromolekul yang dilangsungkan oleh sel di dalmnya terjadi proses peruraian berupa peruraian karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat yang pada pelaksanaannya dibantu oleh enzim, hasil dari proses katabolisme tersebut selanjutnya di transfer kedalam siklus krebs.
Monday, November 1, 2010
INTISARI MATERI FISWAN PERTEMUAN KEDUA
A. FISIOLOGI RESEPTOR DAN EFEKTOR
Dalam pembahasan reseptor dan efektor, takan lepas dari istilah rangsangan. Rangsangan datang bisa dari dalam dan bisa juga dari luar. Alat penerima rangsangan ini disebut reseptor, yang penerjemah reseptor disebut efektor. Dalam pembahasan reseptor dibahas hal – hal seperti struktur, jenis rangsang, dan lokasi rangsang.
Struktur dari reseptor terdiri atas saraf dan bukan saraf. Jenis rangsangnya bisa berupa kemoreseptor, termoreseptor, mekanoreseptor, fotoreseptor, magnetoreseptor, dan elektroreseptor.
Lokasi rangsangnya bisa berupa interoreseptor dan eksteroreseptor. Pada mekanisme saraf sensorik bisa menjadi reseptor yang bersifat transduser dengan bantuan energy, terjadilah perubahan energy tersebut menjadi energy listrik sehingga menjadi potensial aksi. Cara fungsi potensial aksi yaitu reseptor menerima rangsang lalu masuk ke membrane reseptor lalu terjadi peristiwa elektrokimia yang menghasilkan potensial aksi lalu jadi potensial reseptor, begitu seterusnya, apabila yang diterimanya adalah potensial reseptor yang besar maka diteruskan ke membrane sel lain dan membrane sebelahnya meneruskannya ke saraf aferen lalu menjadi potensial generator.
Adapun cara kerja reseptor ( diambil contoh dengan rangsang mekanoreseptor) menyebabkan pintu ion terbuka, dan tertutup sehingga ada deformasi (perubahan bentuk)mekanik. Dalam hal demikian tanggapan dan rangsangan memiliki hubungan rumit dan erat namun keduanya tidak sama, akibatnya menimbulkan reseptor yang fasik dan reseptor tonik. Contoh reseptor pasik adalah panician corpuscle, sedangkan contoh reseptor tonik yaitu pain reseptor, join capsul, dan otot spindle. Efektor atau alat penghasil tanggapan menghasilkan reaksi yang terlihat yang berupa gerak tubuh serta reaksi yang tak terlihat berupa reaksi hormone.
B. FISIOLOGI ENDOKRIN
Ada 4 hal penting dari fungsi system endokrin:
Sebagai homeostatis
Mempertahankan kestabilan tubuh yaitu sebagai pengatur aktivitas suhu tubuh, metabolism, nutrisi, dan keseimbangan asam basa.
Mengatasi stress
Mengobati infeksi, meredakan trauma, dan shock.
Untuk pertumbuhan dan perkembangan
Mengatur jumlah dan ukuran sel.
Reproduksi
Pada laki – laki dan wanita di sekresikan hormone sex, sex primer dan sex sekunder.
Sekresi hormone yang berlebih bisa menyebabkan tumor kelenjar, dan lain lain seperti hypethyroidisme.
Sekresi yang kurang bisa menyebabkan produksi hormone yang sedikit dan bisa menyebabkan diabetes mellitus,dll.
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang mengkaji hormone dan aktivitasnya. Adapun hormone itu sendiri adalah salah satu system komunikasi utama dalam tubuh yang menentukan jalan atau tidaknya proses metabolic yang disekresikan oleh sel khusus dari kelenjar endokrin.
System endokrin dalam fungsinya bekerjasama secara kooperatif menuju ke system saraf lalu ke system neuro endokrin dan mengatur fungsi kendali dan koordinasi pada hewan. Kerja neuro endokrin pada system saraf bersifat cepat yang nantinya menghasilkan transmisi elektrik sedangkan kerja neuro endokrin dengan system endokrin bersifat lambat dan menghasilkan transmisi kimia.
Pada system kerja kelenjar endokrin, ia memiliki organ sasaran yang nantinya akan menerima transfer hormone yang sesuai dengan fungsi fisiologisnya dan kemudian mengakibatkan efek biologis atau aktivitas kehidupan.
Mekanisme kerja hormone berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi:
Konsep klasik, yaitu ketika system endokrin yang menghasilkan hormone yang kemudian hormone masuk dan diolah di sel target.
Autokrin, yaitu ketika sel target menghasilkan hormone lalu hormone tersebut digunakan kembali oleh sel target tersebut.
Parakrin, yaitu ketika sel target yang satu menghasilkan hormone lalu hormone tersebut dipakai oleh sel target yang lain.
Selain itu, hormone dapat di kelasifikasikan menjadi:
Berdasarkan struktur kimia
Hormone protein
Hormone steroid, yang dihasilkan dari metabolism dan proses konversi kolesterol yang mengandung 27 atom karbon dan larut dalam lemak.
Hormone asam amino, berasal dari asam amino yang termodifikasi
Zat yang menyerupai hormone, diantaranya bradikinin, ertropuitin, hormone thymic, dan feromon.
Berdasarkan fungsi
Hormone perkembangan, berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan serta reproduksi.
Hormone metabolism
Hormone trofik, dihasilkan oleh system yang merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon.
Hormone pengatur metabolism mineral dan air, menyebabkan homeostatic mineral dan konservasi air tubuh.
Hormone pengatur kardiovaskuler, untuk mengatur aktivitas konduksi dan kontraksi jantung.
C. FISIOLOGI PENCERNAAN
Pencernaan ditubuh kita kompleks sekali dimulai dari pencernaan yang bersifat mekanik sampai pada pencernaan secara kimiawi. Terjadi juga didalamnya ingesti, digesti, absorpsi, dan eliminasi.
Pada hewan tingkat rendah proses pencernaannya di lakukan oleh vakuola makanan, pertama, lisosom mensekresikan enzim pencernaan yang menyebabkan suasana menjadi asam lalu terjadilah pemisahan garam garam kalsium dan menyebabkan PH yang mendukung aktivitas kerja enzim, setelah itu makanan diserap oleh sitoplasma lalu bahan yang tidak terserap dikeluarkan lewat proses eksositosis.
Pada hewan tingkat tinggi proses pencernaannya pun sudah lengkap dan kompleks termasuk di dalamnya pencernaan karbohidrat, protein dan lemak yang terjadi di tempat tempat khusus. Berdasarkan tempat khusus tersebut maka dapat dibedakan menjadi daerah daerah penerimaan, penyimpanan, pencernaan, dan penyeraan makanan.
Daerah penerimaan, terjadi pada mulut dengan proses mekanik ( gigi )yang kemudian terjadi juga pencampuran saliva. Lalu setelah proses mekanik di mulut maka makanan yang telah hancur di dorong oleh pangkal tenggorokan untuk masuk ke esophagus, dengan gerak peristaltiknya makanan menjadi bolus menuju lambung.
Setelah makanan masuk ke lambung maka masuk ke tempat penyimpanan, di lambung makanan yang berbentuk bolus di campur oleh lambung dengan cairan HCl yang kemudian akan mengubah bolus menjadi khim. Pada burung lambung fungsinya di ambil alih oleh empedal.
Setelah makanan di olah di lambung dan menjadi khim, makanan di lanjutkan ketempat pencernaan dan penyerapan, peristiwa ini terjadi pada usus, bahan makanan yang telah menjadi khim di cerna lagi dengan enzim dan diubah menjadi lebih kongkrit dan sederhana sekali sesuai unsure pembentuknya agar dapat di serap kembali.
Pencernaan makanan biasanya terdiri atas pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat dalam pencernaannya dibantu oleh enzim karbohidrase dan biasanya terjadi di mulut. Protein dalam pencernaannya di bantu oleh enzim protease dan lemak di bantu oleh enzim lipase.
Secara metabolism, pencernaan makanan pada fisiologinya:
Protein, terjadi hidrolisis dan berubah menjadi asam amino kemudian terjadi deaminasi setelah itu NH3 dan ure di buang dan sisanya masuk ke siklus asam sitrat
Karbohidrat, terjadi hidrolisis kemudian karbohirat terpecah menjadi glukosa dan terjadilah proses glikolisis, setelah itu masuk ke siklus asam sitrat.
Lipid, terjadi hidrolisis lemak diubah menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol yang dihasilkan diubah menjadi PGAL lalu terjadilah glikolisis dan masulkalh ke daur asam sitrat. Disamping itu asam lemak yang di hasilkan tadi di oksidasi beta lewat asetil KoA dan masuklah ke siklus asam sitrat.
D. FISIOLOGI SIRKULASI
Fisiologi sirkulasi sangat erat hubungannya dengan system sirkulasi karena bila membahas fisiologi sirkulasi tak akan luput dari system sirkulasi. System sirkulasi mempunyai fungsi yang sangat penting sekali dalam melakukan fungsi kehidupan, fungsinya yaitu menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan O2, menjamin pembuangan zat sisa metabolism, penyebaran panas tubuh, menyebarkan tekanan, dan lain sebagainya.
Sirkulasi pada tubuh, yang memiliki peranan utama adalah jantung. Jantung berperan sebagai pemompa cairan tubuh ( darah ) yang akan mengangkut sari makanan dan oksigen ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Dalam setiap pompaan jantung mustahil akan terpenuhi kebutuhan sel untuk makan bila tanpa adanya pembuluh darah ( arteri, vena, kapiler) sebagai media lajunya darah dalam mengedarkan sari makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh sel. Begitu seterusnya mekanisme kerja dari system sirkulasi dalam menjalankan fungsi kehidupan.
Dalam pembahasan reseptor dan efektor, takan lepas dari istilah rangsangan. Rangsangan datang bisa dari dalam dan bisa juga dari luar. Alat penerima rangsangan ini disebut reseptor, yang penerjemah reseptor disebut efektor. Dalam pembahasan reseptor dibahas hal – hal seperti struktur, jenis rangsang, dan lokasi rangsang.
Struktur dari reseptor terdiri atas saraf dan bukan saraf. Jenis rangsangnya bisa berupa kemoreseptor, termoreseptor, mekanoreseptor, fotoreseptor, magnetoreseptor, dan elektroreseptor.
Lokasi rangsangnya bisa berupa interoreseptor dan eksteroreseptor. Pada mekanisme saraf sensorik bisa menjadi reseptor yang bersifat transduser dengan bantuan energy, terjadilah perubahan energy tersebut menjadi energy listrik sehingga menjadi potensial aksi. Cara fungsi potensial aksi yaitu reseptor menerima rangsang lalu masuk ke membrane reseptor lalu terjadi peristiwa elektrokimia yang menghasilkan potensial aksi lalu jadi potensial reseptor, begitu seterusnya, apabila yang diterimanya adalah potensial reseptor yang besar maka diteruskan ke membrane sel lain dan membrane sebelahnya meneruskannya ke saraf aferen lalu menjadi potensial generator.
Adapun cara kerja reseptor ( diambil contoh dengan rangsang mekanoreseptor) menyebabkan pintu ion terbuka, dan tertutup sehingga ada deformasi (perubahan bentuk)mekanik. Dalam hal demikian tanggapan dan rangsangan memiliki hubungan rumit dan erat namun keduanya tidak sama, akibatnya menimbulkan reseptor yang fasik dan reseptor tonik. Contoh reseptor pasik adalah panician corpuscle, sedangkan contoh reseptor tonik yaitu pain reseptor, join capsul, dan otot spindle. Efektor atau alat penghasil tanggapan menghasilkan reaksi yang terlihat yang berupa gerak tubuh serta reaksi yang tak terlihat berupa reaksi hormone.
B. FISIOLOGI ENDOKRIN
Ada 4 hal penting dari fungsi system endokrin:
Sebagai homeostatis
Mempertahankan kestabilan tubuh yaitu sebagai pengatur aktivitas suhu tubuh, metabolism, nutrisi, dan keseimbangan asam basa.
Mengatasi stress
Mengobati infeksi, meredakan trauma, dan shock.
Untuk pertumbuhan dan perkembangan
Mengatur jumlah dan ukuran sel.
Reproduksi
Pada laki – laki dan wanita di sekresikan hormone sex, sex primer dan sex sekunder.
Sekresi hormone yang berlebih bisa menyebabkan tumor kelenjar, dan lain lain seperti hypethyroidisme.
Sekresi yang kurang bisa menyebabkan produksi hormone yang sedikit dan bisa menyebabkan diabetes mellitus,dll.
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang mengkaji hormone dan aktivitasnya. Adapun hormone itu sendiri adalah salah satu system komunikasi utama dalam tubuh yang menentukan jalan atau tidaknya proses metabolic yang disekresikan oleh sel khusus dari kelenjar endokrin.
System endokrin dalam fungsinya bekerjasama secara kooperatif menuju ke system saraf lalu ke system neuro endokrin dan mengatur fungsi kendali dan koordinasi pada hewan. Kerja neuro endokrin pada system saraf bersifat cepat yang nantinya menghasilkan transmisi elektrik sedangkan kerja neuro endokrin dengan system endokrin bersifat lambat dan menghasilkan transmisi kimia.
Pada system kerja kelenjar endokrin, ia memiliki organ sasaran yang nantinya akan menerima transfer hormone yang sesuai dengan fungsi fisiologisnya dan kemudian mengakibatkan efek biologis atau aktivitas kehidupan.
Mekanisme kerja hormone berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi:
Konsep klasik, yaitu ketika system endokrin yang menghasilkan hormone yang kemudian hormone masuk dan diolah di sel target.
Autokrin, yaitu ketika sel target menghasilkan hormone lalu hormone tersebut digunakan kembali oleh sel target tersebut.
Parakrin, yaitu ketika sel target yang satu menghasilkan hormone lalu hormone tersebut dipakai oleh sel target yang lain.
Selain itu, hormone dapat di kelasifikasikan menjadi:
Berdasarkan struktur kimia
Hormone protein
Hormone steroid, yang dihasilkan dari metabolism dan proses konversi kolesterol yang mengandung 27 atom karbon dan larut dalam lemak.
Hormone asam amino, berasal dari asam amino yang termodifikasi
Zat yang menyerupai hormone, diantaranya bradikinin, ertropuitin, hormone thymic, dan feromon.
Berdasarkan fungsi
Hormone perkembangan, berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan serta reproduksi.
Hormone metabolism
Hormone trofik, dihasilkan oleh system yang merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon.
Hormone pengatur metabolism mineral dan air, menyebabkan homeostatic mineral dan konservasi air tubuh.
Hormone pengatur kardiovaskuler, untuk mengatur aktivitas konduksi dan kontraksi jantung.
C. FISIOLOGI PENCERNAAN
Pencernaan ditubuh kita kompleks sekali dimulai dari pencernaan yang bersifat mekanik sampai pada pencernaan secara kimiawi. Terjadi juga didalamnya ingesti, digesti, absorpsi, dan eliminasi.
Pada hewan tingkat rendah proses pencernaannya di lakukan oleh vakuola makanan, pertama, lisosom mensekresikan enzim pencernaan yang menyebabkan suasana menjadi asam lalu terjadilah pemisahan garam garam kalsium dan menyebabkan PH yang mendukung aktivitas kerja enzim, setelah itu makanan diserap oleh sitoplasma lalu bahan yang tidak terserap dikeluarkan lewat proses eksositosis.
Pada hewan tingkat tinggi proses pencernaannya pun sudah lengkap dan kompleks termasuk di dalamnya pencernaan karbohidrat, protein dan lemak yang terjadi di tempat tempat khusus. Berdasarkan tempat khusus tersebut maka dapat dibedakan menjadi daerah daerah penerimaan, penyimpanan, pencernaan, dan penyeraan makanan.
Daerah penerimaan, terjadi pada mulut dengan proses mekanik ( gigi )yang kemudian terjadi juga pencampuran saliva. Lalu setelah proses mekanik di mulut maka makanan yang telah hancur di dorong oleh pangkal tenggorokan untuk masuk ke esophagus, dengan gerak peristaltiknya makanan menjadi bolus menuju lambung.
Setelah makanan masuk ke lambung maka masuk ke tempat penyimpanan, di lambung makanan yang berbentuk bolus di campur oleh lambung dengan cairan HCl yang kemudian akan mengubah bolus menjadi khim. Pada burung lambung fungsinya di ambil alih oleh empedal.
Setelah makanan di olah di lambung dan menjadi khim, makanan di lanjutkan ketempat pencernaan dan penyerapan, peristiwa ini terjadi pada usus, bahan makanan yang telah menjadi khim di cerna lagi dengan enzim dan diubah menjadi lebih kongkrit dan sederhana sekali sesuai unsure pembentuknya agar dapat di serap kembali.
Pencernaan makanan biasanya terdiri atas pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat dalam pencernaannya dibantu oleh enzim karbohidrase dan biasanya terjadi di mulut. Protein dalam pencernaannya di bantu oleh enzim protease dan lemak di bantu oleh enzim lipase.
Secara metabolism, pencernaan makanan pada fisiologinya:
Protein, terjadi hidrolisis dan berubah menjadi asam amino kemudian terjadi deaminasi setelah itu NH3 dan ure di buang dan sisanya masuk ke siklus asam sitrat
Karbohidrat, terjadi hidrolisis kemudian karbohirat terpecah menjadi glukosa dan terjadilah proses glikolisis, setelah itu masuk ke siklus asam sitrat.
Lipid, terjadi hidrolisis lemak diubah menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol yang dihasilkan diubah menjadi PGAL lalu terjadilah glikolisis dan masulkalh ke daur asam sitrat. Disamping itu asam lemak yang di hasilkan tadi di oksidasi beta lewat asetil KoA dan masuklah ke siklus asam sitrat.
D. FISIOLOGI SIRKULASI
Fisiologi sirkulasi sangat erat hubungannya dengan system sirkulasi karena bila membahas fisiologi sirkulasi tak akan luput dari system sirkulasi. System sirkulasi mempunyai fungsi yang sangat penting sekali dalam melakukan fungsi kehidupan, fungsinya yaitu menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan O2, menjamin pembuangan zat sisa metabolism, penyebaran panas tubuh, menyebarkan tekanan, dan lain sebagainya.
Sirkulasi pada tubuh, yang memiliki peranan utama adalah jantung. Jantung berperan sebagai pemompa cairan tubuh ( darah ) yang akan mengangkut sari makanan dan oksigen ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Dalam setiap pompaan jantung mustahil akan terpenuhi kebutuhan sel untuk makan bila tanpa adanya pembuluh darah ( arteri, vena, kapiler) sebagai media lajunya darah dalam mengedarkan sari makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh sel. Begitu seterusnya mekanisme kerja dari system sirkulasi dalam menjalankan fungsi kehidupan.
Saturday, October 16, 2010
INTISARI MATERI MIKROBIOLOGI
INTISARI MATERI PERTEMUAN PERTAMA MIKROBIOLOGI
A.PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA
Mikrobiologi merupakan ilmu yang mengkaji organism hidup yang berukuran mikroskopis. Mikrobiologi dalam pengkajiannya memerlukan ilmu lain yang berperan untuk menunjang daripada permasalahan permasalahan yang ada di dalam mikrobiologi seperti Fisika, Kimia, dan Biokimia.
Di dalam mikrobiologi dikenal istilah mikroba, mikroba merupakan jasad hidup yag ukurannya keci, bisa juga disebut mikroorganisme atau jasad renik. Mikroba secara umum di alam berperan sebagai produsen, konsumen dan redusen. Sebagian besar mikroba memiliki sel tunggal sehingga semua aktivitas fisiologisnya, dilakukan oleh satu sel saja, namun ada pula mikroba yang bersel banyak walaupan organisasi selnya belum begitu sempurna dan baik.
B.SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
Sejarah perkembangan mikrobiologi di dunia ini takan lepas dari tokoh ilmuwan yang terlibat didalamnya, banyak sekali ilmuwan yang memiliki sumbangsih pada mikrobiologi diantaranya:
1.Leeuwenhoek (1633-1723), dengan mikroskop 50-300x ia menemukan animalculus yang kemudian lahir teori abiogenesis
2.F. Redi ( 1626-1697), ia mengemukakan teori biogenesis lewat penelitian daging yang ditumbuhi dengan belatung pada daging yang terbuka di toples
3.Lazzaro spallanzani (1729-1799), dari percobaannya ia menyimpulkan bahwa perkembangan mikroba dalam suatu bahan dalam arti terbatas menyebabkab terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut.
4.Louis Pasteur (1822-1895), ia menemukan pasteurisasi dan sterilisasi.
5.John Tyndall (1820-1893), ia menemukan bakteri berspora yang percobaannya mendukung Pasteur dan kemudian menemukan tyndalliasasi.
Mikroba dalam kehidupan memiliki peranan yg penting, salah satunya dalam transpormasi bahan organiik yang kemudian terjadi perubahan kimia yg sekarang dikenal dengan istilah fermentasi dan pembusukan.
C. Latour, Schwann, dan kutzing (1837) melakukan percobaan pada zat gula yang mengalami fermentasi yg kemudian disimpulkan bahwa perubahan gula menjadi alcohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologis dari khamir/ ragi. Selain itu juga mikroba ada yang dapat merugikan karena bisa menyebabkan penyakit. Salah satu ilmuwan yang terkenal dari sumbangsihnya dari teori “ postulat Koch “ yaitu Robert Koch (1876) yang membuktikan bahwa antraks disebabkan oleh bakteri.
Berdasarkan perkembangan zaman, mikroba banyak di gunakan dalam aktivitas kehidupan manusia, misalnya ragi untuk membuat anggur, jamur aspergillus sp. Untuk kecap dan mikroda lainnya yang digunakan untuk pembuatan yang lain.
C.STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROBA
1.Struktur membrane sel pada mikroba umumnya membrane mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukan adanya lipatan.
2.Dindingsel, pada bakteri bersifat agak elastic dan tidak permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan molekul rendah. Rangka dasarnya adalah murein peptidoglikan.
3.Inti sel bakteri eukaryote pada masa interfase dikelilingi oleh membrane yang terdiri atas 2 lapisan lemak.
4.Flagel dan phili, flagel berupa cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak bakteri
5.Kapsul dan lendir, terdapat dipermukaan luar sel yang dihasilkan dari senyawa yang kaya akan airsebagai hasil dari akumulasi bakteri, adapun fungsinya adalah untuk menimbulkan sifat virulenterhadap inangnya.
A.PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA
Mikrobiologi merupakan ilmu yang mengkaji organism hidup yang berukuran mikroskopis. Mikrobiologi dalam pengkajiannya memerlukan ilmu lain yang berperan untuk menunjang daripada permasalahan permasalahan yang ada di dalam mikrobiologi seperti Fisika, Kimia, dan Biokimia.
Di dalam mikrobiologi dikenal istilah mikroba, mikroba merupakan jasad hidup yag ukurannya keci, bisa juga disebut mikroorganisme atau jasad renik. Mikroba secara umum di alam berperan sebagai produsen, konsumen dan redusen. Sebagian besar mikroba memiliki sel tunggal sehingga semua aktivitas fisiologisnya, dilakukan oleh satu sel saja, namun ada pula mikroba yang bersel banyak walaupan organisasi selnya belum begitu sempurna dan baik.
B.SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
Sejarah perkembangan mikrobiologi di dunia ini takan lepas dari tokoh ilmuwan yang terlibat didalamnya, banyak sekali ilmuwan yang memiliki sumbangsih pada mikrobiologi diantaranya:
1.Leeuwenhoek (1633-1723), dengan mikroskop 50-300x ia menemukan animalculus yang kemudian lahir teori abiogenesis
2.F. Redi ( 1626-1697), ia mengemukakan teori biogenesis lewat penelitian daging yang ditumbuhi dengan belatung pada daging yang terbuka di toples
3.Lazzaro spallanzani (1729-1799), dari percobaannya ia menyimpulkan bahwa perkembangan mikroba dalam suatu bahan dalam arti terbatas menyebabkab terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut.
4.Louis Pasteur (1822-1895), ia menemukan pasteurisasi dan sterilisasi.
5.John Tyndall (1820-1893), ia menemukan bakteri berspora yang percobaannya mendukung Pasteur dan kemudian menemukan tyndalliasasi.
Mikroba dalam kehidupan memiliki peranan yg penting, salah satunya dalam transpormasi bahan organiik yang kemudian terjadi perubahan kimia yg sekarang dikenal dengan istilah fermentasi dan pembusukan.
C. Latour, Schwann, dan kutzing (1837) melakukan percobaan pada zat gula yang mengalami fermentasi yg kemudian disimpulkan bahwa perubahan gula menjadi alcohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologis dari khamir/ ragi. Selain itu juga mikroba ada yang dapat merugikan karena bisa menyebabkan penyakit. Salah satu ilmuwan yang terkenal dari sumbangsihnya dari teori “ postulat Koch “ yaitu Robert Koch (1876) yang membuktikan bahwa antraks disebabkan oleh bakteri.
Berdasarkan perkembangan zaman, mikroba banyak di gunakan dalam aktivitas kehidupan manusia, misalnya ragi untuk membuat anggur, jamur aspergillus sp. Untuk kecap dan mikroda lainnya yang digunakan untuk pembuatan yang lain.
C.STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROBA
1.Struktur membrane sel pada mikroba umumnya membrane mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukan adanya lipatan.
2.Dindingsel, pada bakteri bersifat agak elastic dan tidak permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan molekul rendah. Rangka dasarnya adalah murein peptidoglikan.
3.Inti sel bakteri eukaryote pada masa interfase dikelilingi oleh membrane yang terdiri atas 2 lapisan lemak.
4.Flagel dan phili, flagel berupa cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak bakteri
5.Kapsul dan lendir, terdapat dipermukaan luar sel yang dihasilkan dari senyawa yang kaya akan airsebagai hasil dari akumulasi bakteri, adapun fungsinya adalah untuk menimbulkan sifat virulenterhadap inangnya.
INTISARI MATERI FISWAN
INTISARI MATERI PERTEMUAN PERTAMA FISIOLOGI HEWAN
A.KONSEP FUNDAMENTAL FISWAN
Fisiologi hewan yaitu ilmu yang mengkajiseluk beluk mekanisme fungsi kehidupan beserta segala aktivitas dengan berbagai gejala system hidup serta pengalaman dari segala fungsi system hidup yang terjadi pada hewan.
Pada prinsipnya hewan untuk mempertahankan hidupnya harus beraktivitas dalam rangka mempertahankan hidupnya. Ketika dalam melaksanakan aktivitas tsb hewan harus beradaptasi agar kebutuhannya terpenuhi. Tentu saja ketika beraktivitas kondisi mereka dipengaruhi oleh aspek lingkungan baik internal ( tubuhnya) maupun eksternal.
Claud Bernard (1813 – 1878), ia mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan stabilisasi tubuh di lingkugan eksternal, maka harus mempertahankan stabilitas tubuh hewan tsb. Selain itu juga Cannon ( 1871 – 1945) mengembangkan gagasan dari C. Bernard yang kemudian dikenal istilah HOMEOSTATIS.
Terkait factor internal yang mempengaruhifungsi kehidupan hewan, di asumsikan bahwa ada hal hal yang harus di jaga yaitu PH, kandungan air, kadar garam, suhu, serta kandungan nutrient pada tubuh hewan.
Adapun factor eksternal yang mempengaruhi aktivitas dari fungsi kehidupan hewan dapat dibedakan menjadi lingkungan aquatic dan lingkungan terrestrial.
B.FISIOLOGI SEL
Sel merupakan unit morfologis dan unit fungsional pada makhluk hidup (hewan). Sel berdasarkan tingkat kompleksitasnya dapat dibedakan menjadi sel tunggal dan sel multiseluler. Beberapa ilmuwan klasik yang menemukan dan mengemukakan tentang se, antara lain:
1.Robert Hook (1685), ia mmeneliti irisan gabus dengan mikroskop 30x perbesaran terlihat seperti kotak kecil yg kemudian disebut sel.
2.Leeuwenhoek, ia mengamati sel darah, sel sperma, air dengan mkroskop 300x perbesaran terlihat ada mikroba.
3.Schleiden dan Schwann ( 1893 ), mereka mengemukakan teori sel yang dari hasil pengamatannya dihasilkan teori reproduksi, pertumbuhan, perbaikan organism multiseluler.
Berdasarkan struktur dan fungsi organel sel . sel dibedakan menjadi sel prokaryotic dan sel eukaryotic. Pada sel terdapat organel organel yang melakukan fungsi fisiologis, organel tersebut meliputi:
•Inti sel yang berisi DNA yang di organisasi dari protein selanjutnya membentuk kromatin lalu menggulung menjadi kromosom. Inti sel pada sel berfungsi sbg pengendali aktivitas sel.
•Ribosom berfungsi sbg bahan baku protein.
•Retikulum Endoplasma, dapat dibedakan menjadi RE halus yang berperan sbg pensintesa lipid, karbohidrat, dan penetral racun. Adapun RE kasar sebagai pensintesis protein.
•Aparatus golgi, bekerja sbg bagian dari system transport, sbg penyeleksi zat yang akan dikeluarkan dari sel dan memodifikasi glikoprotein dari karbohidrat serta menyortir dan mengarahkan protein pada tempat yang se memeharusnya.
•Lisosom, sbg sistempencernaan intersel dan membuang zat asing atau zat yang tak berguna lagi.
•Mitokondria, yang berperan sebagai tempat respirasi sel.
•Sentriol, yang berbentuk seperti tabung kecil yang terdiri atas silinder triplet mikrotubulus berperan penting selama pembelahan sel.
•Sitoskeleton, terbagi menjadi mikrotubulus, mikrofilamen, dan filament intermediet berfungsi dalam mempertahankan struktur sel agar tidak berubah.
•Membran plasma berfungsi sbg penyeleksi zat yang akan masuk ke sel.
Dalam aktivitasnya organel sel melakukan fisiologi dan saling berkoor dinasi untuk mempertahankan dan memperbanyak sel, dengan maksud agar sel yang rusak dapat diganti oleh sel yang telah di hasilkan.
Banyak sekali aktivitas sel yang dilakukan di dalamnya spt metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang semua itu dilakukan oleh organel tertentu yang ada di dalam sel.
C.FISIOLOGI SARAF
Dalam melakukan fungsi fisiologisnya, hewan dikendalikan oleh saraf. Saraf ini harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasi organism sesuai dengan perintahnya, bila tidak maka suatu organism tidak akan melakukan fungsi kehidupannya dengan baik.
Saraf memiliki sel penyusun yaitu Neuron dan sel glia.
Neuron berdasarkan fungsinya terbagi menjadi neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik. Neuron bekerja menghasilkan potensial aksi yang kemudian menjadi impuls dan kemudian diteruskan ke sel lain untuk melakukan respon.
Adapun Sel glia memiliki peran sbg pembung zat sisa dari sekitar neuron, menjaga lingkungan ionic neuron agar selalu tepat, dan mendukung sel saraf dalam fungsi kendali dan koordinasi tubuh.
Sel saraf memiliki komponen yang terdiri dari badan sel yang berfungsi sbg tempat sintesis neuron transmitter,dendrite sbg penerima rangsang dan membawanya ke badan sel, Akson sbg penjalar impuls ke ujung akson.
Dalam fisiologi saraf dikenal istilah istilah berikut:
1.Polarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf tidak sedang menjalarkan rangsang
2.Depolarisasi, yaitu konddisi dimana sel saraf dalam keadaan menerima rangsang dan menjalarkannya shingga sel saraf melakukan aksi.
3.Repolarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf melakukan peregangan setelah terjadi penjalaran impuls.
Ketiga istilah tersebut merupakan aktivitas dari sel saraf yang senantiasa akan terus terjadi berulang ulang dalam melaksanakan fisiologinya.
A.KONSEP FUNDAMENTAL FISWAN
Fisiologi hewan yaitu ilmu yang mengkajiseluk beluk mekanisme fungsi kehidupan beserta segala aktivitas dengan berbagai gejala system hidup serta pengalaman dari segala fungsi system hidup yang terjadi pada hewan.
Pada prinsipnya hewan untuk mempertahankan hidupnya harus beraktivitas dalam rangka mempertahankan hidupnya. Ketika dalam melaksanakan aktivitas tsb hewan harus beradaptasi agar kebutuhannya terpenuhi. Tentu saja ketika beraktivitas kondisi mereka dipengaruhi oleh aspek lingkungan baik internal ( tubuhnya) maupun eksternal.
Claud Bernard (1813 – 1878), ia mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan stabilisasi tubuh di lingkugan eksternal, maka harus mempertahankan stabilitas tubuh hewan tsb. Selain itu juga Cannon ( 1871 – 1945) mengembangkan gagasan dari C. Bernard yang kemudian dikenal istilah HOMEOSTATIS.
Terkait factor internal yang mempengaruhifungsi kehidupan hewan, di asumsikan bahwa ada hal hal yang harus di jaga yaitu PH, kandungan air, kadar garam, suhu, serta kandungan nutrient pada tubuh hewan.
Adapun factor eksternal yang mempengaruhi aktivitas dari fungsi kehidupan hewan dapat dibedakan menjadi lingkungan aquatic dan lingkungan terrestrial.
B.FISIOLOGI SEL
Sel merupakan unit morfologis dan unit fungsional pada makhluk hidup (hewan). Sel berdasarkan tingkat kompleksitasnya dapat dibedakan menjadi sel tunggal dan sel multiseluler. Beberapa ilmuwan klasik yang menemukan dan mengemukakan tentang se, antara lain:
1.Robert Hook (1685), ia mmeneliti irisan gabus dengan mikroskop 30x perbesaran terlihat seperti kotak kecil yg kemudian disebut sel.
2.Leeuwenhoek, ia mengamati sel darah, sel sperma, air dengan mkroskop 300x perbesaran terlihat ada mikroba.
3.Schleiden dan Schwann ( 1893 ), mereka mengemukakan teori sel yang dari hasil pengamatannya dihasilkan teori reproduksi, pertumbuhan, perbaikan organism multiseluler.
Berdasarkan struktur dan fungsi organel sel . sel dibedakan menjadi sel prokaryotic dan sel eukaryotic. Pada sel terdapat organel organel yang melakukan fungsi fisiologis, organel tersebut meliputi:
•Inti sel yang berisi DNA yang di organisasi dari protein selanjutnya membentuk kromatin lalu menggulung menjadi kromosom. Inti sel pada sel berfungsi sbg pengendali aktivitas sel.
•Ribosom berfungsi sbg bahan baku protein.
•Retikulum Endoplasma, dapat dibedakan menjadi RE halus yang berperan sbg pensintesa lipid, karbohidrat, dan penetral racun. Adapun RE kasar sebagai pensintesis protein.
•Aparatus golgi, bekerja sbg bagian dari system transport, sbg penyeleksi zat yang akan dikeluarkan dari sel dan memodifikasi glikoprotein dari karbohidrat serta menyortir dan mengarahkan protein pada tempat yang se memeharusnya.
•Lisosom, sbg sistempencernaan intersel dan membuang zat asing atau zat yang tak berguna lagi.
•Mitokondria, yang berperan sebagai tempat respirasi sel.
•Sentriol, yang berbentuk seperti tabung kecil yang terdiri atas silinder triplet mikrotubulus berperan penting selama pembelahan sel.
•Sitoskeleton, terbagi menjadi mikrotubulus, mikrofilamen, dan filament intermediet berfungsi dalam mempertahankan struktur sel agar tidak berubah.
•Membran plasma berfungsi sbg penyeleksi zat yang akan masuk ke sel.
Dalam aktivitasnya organel sel melakukan fisiologi dan saling berkoor dinasi untuk mempertahankan dan memperbanyak sel, dengan maksud agar sel yang rusak dapat diganti oleh sel yang telah di hasilkan.
Banyak sekali aktivitas sel yang dilakukan di dalamnya spt metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang semua itu dilakukan oleh organel tertentu yang ada di dalam sel.
C.FISIOLOGI SARAF
Dalam melakukan fungsi fisiologisnya, hewan dikendalikan oleh saraf. Saraf ini harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasi organism sesuai dengan perintahnya, bila tidak maka suatu organism tidak akan melakukan fungsi kehidupannya dengan baik.
Saraf memiliki sel penyusun yaitu Neuron dan sel glia.
Neuron berdasarkan fungsinya terbagi menjadi neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik. Neuron bekerja menghasilkan potensial aksi yang kemudian menjadi impuls dan kemudian diteruskan ke sel lain untuk melakukan respon.
Adapun Sel glia memiliki peran sbg pembung zat sisa dari sekitar neuron, menjaga lingkungan ionic neuron agar selalu tepat, dan mendukung sel saraf dalam fungsi kendali dan koordinasi tubuh.
Sel saraf memiliki komponen yang terdiri dari badan sel yang berfungsi sbg tempat sintesis neuron transmitter,dendrite sbg penerima rangsang dan membawanya ke badan sel, Akson sbg penjalar impuls ke ujung akson.
Dalam fisiologi saraf dikenal istilah istilah berikut:
1.Polarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf tidak sedang menjalarkan rangsang
2.Depolarisasi, yaitu konddisi dimana sel saraf dalam keadaan menerima rangsang dan menjalarkannya shingga sel saraf melakukan aksi.
3.Repolarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf melakukan peregangan setelah terjadi penjalaran impuls.
Ketiga istilah tersebut merupakan aktivitas dari sel saraf yang senantiasa akan terus terjadi berulang ulang dalam melaksanakan fisiologinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)