ALGAE
A. SEJARAH ALGAE
3,5 milyar tahun yang lalu ditemukan cyanobacteria yang bersifat prokaryot, dan selanjutnya di temukan cyanobacteria eukaryot yang memiliki mitokondria, chloroplast, dan kromosom.
Alga memiliki persamaan dan perbedaan dengan tumbuhan pada umumnya. persamaan algae dengan tumbuhan biasa adalah sama – sama memiliki dinding sel yang bahannya dari selulosa, bersifat autotrof, dan mempunyai khlorofil a. adapun perbedaannya yaitu algae tidak memiliki akar, batang , daun, serta organ yang seperti tumbuhan pada umumnya, tidak punya jaringan vascular, tidak punya embrio ( semua sel bersifat fertile ), punya pigmen yang bervariasi ,struktur sel yang bervariasi dari mulai unisel,koloni,dan multiseluler.
Organel sel alga terdiri dari flagella, chloroplast tempat fotosintesis, pirenoid, bintik mata.
Variasi pigmen nya terdiri atas Chlorophyll ( hijau), karotenoid (coklat, kuning, atau merah), pikobilin (merah-pikoeritrin biru-pikosianin).
Habitatnya ada yang hidup di tanah dan atau di air, di air dingin atau air tawar , dan ada juga di air laut, ada yang berperan sebagai plankton dan bentos, ataupun sebagai epipit.
B. CIRI UMUM ALGAE
Alga memiliki ciri – ciri seperti berikut.
Ukurannya yang bermacam – macam
Tubuhnya disebut Talus
Talus terdiri dari talus uniseluler dan talus multiseluler
biasanya bersifat eukaryot
memiliki khlorofil
Bersifat autotrof
Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual. Aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan fragmentasi. sedangkan seksual dilakukan dengan isogami, anisogami, dan oogami.
isogami adalah perkawinan 2 gamet yang memiliki flagell dan memiliki ukuran dan morfologi yang sama
anisogami adalah perkawinan 2 gamet yang beda ukurannya dan flagellnya.
oogami adalah perkawinan 2 gamet jantan yang berflagell dengan telur.
C. DASAR KLASIFIKASI ALGAE
klasifikasi alga didasarkan pada kriteria berikut.
Pigmen dalam artian susunan kimianya
produksi makanan cadangan ( kimia penyusunnya)
flagell ( jumlah dan morfologinya)
dinding sel ( kimiawi penyusun dan sifat fisiknya)
organisasi sel yang setiap sel punya perangkat sel bervariasi
sejarah hidup dan reproduksinya.
D. MACAM – MACAM ALGAE
1. Alga hijau ( Filum Chlorophyta)
Alga ini menyerupai Euglenophyta dalam hal pigmen foto sintetik (klorofil a dan b). akan tetapi , sel selnya terkurung dalam dinding selulosa yang kaku. beberapa diantaranya berflagela ( mis. chlamydomonas) dan bahkan yang tidak pun menghasilkan gamet gamet berflagela ( ulva) dan atau zoospore.
telah di identifikasi sebanyak 6500 species alga hijau. selain dari banyak anggota uniseluler chlamydomonas , dalam filum ini terdapat juga bentuk bentuk koloni dan multiseluler. Spyrogyra tubuh sebagai filamen sel yang hijau , masing masing hidup sendiri. volvox dan ulva agaknya harus dianggap bentuk multiseluler artinya bulatan kosong merupakan satu individu sebagaimana lapisan rangkap pipih sel ulva. garis antara koloni sel sel individu dan organisme multiseluler tunggal tidak selalu mudah ditarik. Bahkan pada anggota filum ini yang tampaknya multiseluler sejati, sel sel unsur pokook itu tidak dikhususkan ke bentuk jaringan khusus atau organ organ.
Banyak diantara anggota nonmotil filum ini tampaknya benar – benar seperti tumbuhan. dinding sel selulosa dan adanya klorofil a dan b merupakan ciri tumbuhan dan hal ini menunjukan bahwa alga hijau kerabat protista yang paling dekat dengan tunbuhan. sebagian besar ahli biologi percaya bahwa dunia tumbuhan berevolusi dari anggota awal filum iini.
Alga hijau penting sebagai sumber makanan bagi banyak protozoa dan hewan air. Chlorella uniseluler banyak diteliti banyak ahli biologi, baik sebagai organisme yang penuh dengan rincian fotosintesis maupun kemungkinan sebagai sumber makanan didaerah yang tidak sesuai untuk pertanian konvensional.bila persediaan air di pupuk dengan posfat dan nitrat maka alga hijau akan membentuk kembangan alga yang luas sekali.
2. Alga merah ( Filum Rhodophyta)
alga merah hampir seluruhnya hidup di lautan . beberapa uniseluler , tapi sebagian besar dalam bentuk multiseluler yang hidup tertambat pada batuan , dermaga, dan lain – lain, di bawah tingkatan surut yang rata – rata. Kira – kira 1500 species telah di identifikasi.
Alga merah melaksanakan fotosintesis dengan klorofil a. Karena merupakan eukaryot yang baik, mereka menggabungkan klorofilnya dalam satu atau lebih kloroplas. akan tetapi, sistem membrane dalam kloroplas ini sangat mirip dengan yang terdapat dalam sel alga hijau – biru. kesamaan antara keduanya menyebar sampai ke pigmennya. alga merah, sebagaimana alga hijau-biru , memiliki fikosianin dan fikoeritrin dalam membrane fotosintetiknya.keduanya berguna sebagai pigmen antenna, yang meneruskan energi yang diserap kepada klorofil a.
Alga merah berbeda dengan eukaryot lainnya, dalam satu hal yang mendasar. mereka tida pernah memperolehflagela “ 9+2” yang amat khas bagi filum eukaryot lainnya.
beberapa alga merah digunakan sebagai makanan di daerah pantai, terutama di kawasan timur. agar-agar yang secara luas digunakan sebagai dasar untuk pembiakan bakteri dan organisme lain, diekstrak dari alga merah.
3. Alga Coklat ( Filum Phaeophyta)
anggota ini tediri dari 1500 species mengandung fukosantin, yang melapisi warna hijau (klorofil a dan c). semua alga coklat multiseluler, bentuk – bentuk yang hampir seperti tumbuhan semata mata ditemukan di air asin. gulma batuan , yang membentuk hamparan padat di batuan yang terbuka terhadap pasang yang berganti ganti dan kelp merupakan anggota filum ini yang besar dan tersebar luas. Pada organisme ini ada species spesialisasi bagian bagian , dan banyak mempunyai daur hidup yang lebih rumit. kelp raksasa sepanjang pantai pasifik tubuh panjang 30 meter. walaupun ukurannya besar , organisme bentuk bentuk ini masih sangat sederhana dibandingkan dengan tumbuhan sejati.
alga coklat dipakai untuk makanan dibeberapa daerah pantai dimuka bumi, di amerika serikat, sebagai sumber pupuk dan yodium.
4. Alga Pirang ( Filum Chrysophyta)
Alga pirang mendapat warnanya dari karotenoid coklat kuning yang disebut fukosantin. klorofilnya a dan c. sebagian besar anggotanya dalam kelompok ini adalah uniseluler dan banyak yang berflagela. kelompok ini terdiri atas 5300 species, 5000 diantaranya adalah diatom.
diatom mempunya dinding sel atau cangkang yang terdiri atas dua bagian yang saling menutup. cangkang ini diisi silica dan sering berhiasan dengan indahnya. sebenarnya , pemahatan yang lembut pada cangkang beberapa species merupakan uji coba yang baik untuk mutu lensa mikroskop.
Diatom berperan penting dalam ekonomi alam . baik dalam air tawar maupun di lautan, mereka merupakan bagian penting dari fotosintesis yang berlangsung. dengan demikian mereka berguna sebagai sumber makanan bagi banyak protista tak berwarna dan hewan hewan kecil. pada gilirannya, mereka ini berguna sebagai makanan hewan hewan yang lebih besar lagi. sebagai penghasil makanan utama dalam lingkungan air, dengan demikian diatom memperpanjang kehidupan organisme lain yang beraneka ragam dan nonfotosintetik.
cangkang berkaca diatom itu tidak hancur setelah mati. akibatnya, cangkang tersebut dapat menumpuk di dasar laut di kawasan yang banyak sekali diatomnya. kadang kadang, berjuta juta tahun kemudian, endapan ini diangkat ke atas permukaan laut karena kekuatan geologi. hal ini terjadi di California dan endapan itu sekarang digali dan dijual sebagai tanah diatom. bahan ini digunakan sebagai agen penyaring untuk menjernihkan cairan dan juga digunakan sebagi bahan tak tembus suara. banyak cangkang berkaca yang tak terhitung amat banyak sebagai ampelas , dan pupuk penggosok , penggosok perak, dan lain lain, sering berisi tanah berdiatom.
diatom membentuk kelompok kelompok yang demikian homogen nya sehingga memungkinkan para ahli taksonomi sangat puas dengan memisahkannya drai Chrysophyta dan menempatkannya dalam filum tersendiri.
E. PERAN ALGAE DALAM KEHIDUPAN
Peran alga dalam kehidupan, antara lain sebagai berikut.
sebagai fitoplankton
penghasil O2
Alga yang hidup di tanah berperan untuk stabilitasi dan perbaikan fisik tanah
Alga merah dan coklat berperan sebagai pupuk
diatom sebagai bahan penggosok
Alga hijau sebagai sumber vitamin A,B, C dan K
Alga merah sebagai media kultur biologis
Alga prototheca sebagai pathogen pad amanusia yang menyebabkan radang pada sendi
Alga cephalerous menyerang daun the, kopi, lada, cengkeh, dan jeruk
Alga lautan : dinoflagelata dari genus gymnodinium dan gonyaulax menghasilkan neurotoxin atau racun saraf.
Referensi:
Kimball, W. John.1983. Biologi. jilid 3 edisi kelima.Jakarta: erlangga
Hernawan, hudiana. Handout materi Mikrobiologi Alga.
No comments:
Post a Comment