Sunday, January 2, 2011

INTISARI FISWAN AKHIR SISTEM RESPIRASI

INTISARI MATERI FISWAN TERAKHIR

SISTEM RESPIRASI

1. SISTEM RESPIRASI

secara umum respirasi adalah memasukan oksigen dari lingkungan eksternal kedalam tubuh, setelah itu dip roses dengan alat pernapasan yang nantinya digunakan untuk proses oksidasi atau respirasi untuk proses metabolisme selanjutnya menghasilkan energi, air, dll. energi tersebut yang akan digunakan oleh hewan untuk melakukan aktivitas kehidupannya, disamping itu pula, CO2 yang di hasilakn dari metabolisme di keluarkan dari lingkungan internal ke lingkungan eksternal.
Jauh didalam tubuh (sel), O2 di gunakan untuk menghasilkan ATP dan O2 yang di hasilkan tubuh di keluarkan.
Berdasarkan kebutuhan O¬2, respirasi dapat dibedakan menjadi respirasi aerob ( ATP dihasilkan oleh O2 berjumlah 36 – 38 ATP) dan respirasi anaerob ( ATP dihasilkan tidak oleh O2 dan sedikit ATP nya). respirasi seluler berlangsungsung di dalam matriks mitokondria.
Hewan sebagian besar termasuk kedalam organisma yang bernapas dengan sistem pernapasan aerob. maka dari itu hewan akan selalu membutuhkan O2 untuk kelangsungan hidupnya. hewan dapat memperoleh O2 melalui salah satu dari lima macam mekanisme pokok berikut ini:
a. difusi sederhana ( difusi seluler ) dari air atau melalui permukaan tubuhnya yang lembab atau basah, misalnya pada amoeba dan dugesia;
b. difusi ( epidermal ) dari udara atau air lewat jaringan tubuhnya yang tipis ke dalam pembuluh darah, misalnya pada Lumbricus;
c. dari udara ( melalui spirakulum ) atau dari air ( melalui insang trakea ) kedalam suatu sistem saluran udara ( trakea ) ke dalam jaringan tubuh, misalnya pada insekta;
d. dari air melalui permukaan insang ( branchia ) ke dalam pembuluh darah , misalnya pada ikan dan amphibia;
e. dari udara melalui permukaan paru – paru ( pulmo ) yang lembab atau basah kedalam pembuluh darah, misalnya pada vertebrata terrestrial.

2. ORGAN RESPIRASI
Organ respirasi ini bermacam macam serta di sesuaikan dengan jenis habitat hewannya. adapun organ respirasinya dapat dibedakan menjadi organ respirasi hewan terrestrial dan hewan aquatic.
a. Hewan aquatic
Hewan ini sudah ada yang bernapas menggunakan kulit dan insang ( luar dan dalam ). yang bernapas dengan insang luar misalnya larva katak, dan yang bernapas dengan insang dalam misalnya ikan.
Ikan memiliki kantong udara yang berfungsi untuk mengatur daya apung agar dapat bergerak ke permukaan air dan kedalam dasar air, selain itu juga berperan daslam proses respirasi.

b. Hewan terrestrial
hewan ini ada yang bernapas dengan paru – paru difusi, paru – paru buku, trachea, paru – paru alveolar dan paru sempurna.
paru paru sempurna biasanya terdapat pada hewan mammalian yang meliputi traktus respiratorius, paru – paru, thorax, pleura, otot otot respirasi termasuk diafragma, dan saraf. adapun yang termasuk kedalam traktus respiratorius adalah rongga hidung, pharynx, larynx, trachea, dan bronchi.

3. MEKANISME RESPIRASI
mekanisme pada respirasi ini selalu berlangsung saat penarikan dan pengeluaran udara dari luar kedalam tubuh, serta dari dalm keluar tubuh. mekanismenya meliputi proses inspirasai dan ekspirasi.
a. inspirasi
yaitu pembesaran rongga thorax yang di ikuti pengembangan paru – paru lalu tekanan udara dari luar, akibatnya udara masuk ke paru – paru.
b. ekspirasi
yaitu pengecilan rongga thorax dan paru – paru yang di ikuti keluarnya udara dari paru – paru.

4. TRANSPOR ZAT DALAM SISTEM RESPIRASI
transport zat dalm tubuh yaitu meliputi transport O2 dan transport CO2.
a. Transpor O2
dalam darah, O2 di ikat oleh pigmen respirasi dan ada yang terlarut dalam plasma darah. pigmen respirasi ini biasanya dimiliki oleh invertebrate sderhana yang memiliki protein dalam sel darah atau plasma darah yang punya afinitas gabung tinggi terhadap O2 , dan juga untuk meningkatkan kapasitas angkut.
Mekanismenya, paru – paru yang kaya akan O2 menyalurkan O2 ke kapiler darah, dari sana O2 berdifusi karena tekanan di alveoli lebih tinggi dari pada tekanan O2 dalam kapiler, sebagian kecil O¬2 tetap ada dalam plasma dalam bentuk larutan sederhana dan sebagian besar masuk ke eritrosit berikatan dengan haemoglobin membentuk oxyhaemoglobin. Selanjutnya O2 di edarkan ke seluruh sel yang menbutuhkannya untuk respirasi sel.
b. Transpor CO2
metabolisme sel menghasilkan CO2 dan air metabolic. Air metabolic akan digunakan oleh tubuh sedangkan CO2 akan menimbulakan gangguan fisiologis. CO2 + H2O akan menghasilkan H2CO3 yang menyebabkan PH tubuh jadi asam dan mengganggu kerja enzim dan metabolic sel. maka CO2 harus di keluarkan dari tubuh.
CO2 yang diangkut oleh darah biasanya dalam bentuk senyawa karbamino, CO2 terlarut dalam darah, asam karbonat, dan ion bikarbonat serta senyawa basa bikarbonat.
Untuk menanggulangi suasana asam, maka harus dibentuk senyawa basa bikarbonat agar PH tubuh tetap normal, maka kondisi seperti inilah yang dikenal dengan istilah buffering.

5. PERTUKARAN ZAT DALAM SISTEM RESPIRASI
pertukaran zat ini biasanya dalam bentuk gas . Lingkungan eksternal menyediakan gas di alam lalu digunakan oleh hewan yang nantinya hewan tersebut mengeluarkan gas kembali ke alam.
Keuntungan dan kerugian hewan yang hidup di air dan di darat, antara lain:
a. hewan air mengeluarkan energi yang lebih besar daripada hewan darat untuk mendapatkan O2
b. hewan yang bernapas di udara harus mengeluarkan energi tambahan untuk melawan gravitasi;
c. hewan yang bernapas di udara lebih mudah mendapatkan O2 dari pada hewan yang hidup di air;
d. hewan air mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 ke lingkungan.
6. SISTEM RESPIRASI BERBAGI MACAM HEWAN
Sistem respirasi pada hewan berbeda – beda, berikut akan disinggung dari karakteristik pernapasan dari tiga jenis hewan.
a. Amphibia
ciri khasnya:
 pengambilan CO2 dan keluar CO2 terjadi lewat paru – paru maupun kulit
 Jalur keluar O2 yang utama adalah lewat kulit
 Inspirasi di awali dengan kontraksi otot di dasar mulut, lalu rongga mulut meluas dan terjadilah tekanan negative di dalamnya yang akan mengubah posisi nostril jadi terbuka dan udara masuk lewat nostril itu.
b. Burung
ciri khasnya:
 gerak inspirasi: kontraksi otot respiratori yang mendorong tulang tulang iga ke arah depan lalu menghasilkan gerakan sternum ke depan dank e bawah.
 tulang iga lainnya bergerak ke arah lateral dan menyebabkan peningkatan volume rongga tubuh , paru dan kantong udara ikut mengembang.
 akibatnya tekanan gas dalam paru dan kantung udara turun, yang nantinya udara atmosfer masuk ke dalamnya.
c. Mammalia
ciri khasnya:
 fase inspirasi terjadi dengan gerakan rongga dada yang mengembang lalu paru paru mengembang dan udara masuk.
 fase ekspirasi terjadi dengan dada yang mengempis kemudian paru paru mengempis, dan keluarlah udara dari tubuh.

Referensi:

Suntoro, Handari susilo dan Tanjung, Harminani djalal. 1995. Anatomi dan Fisiologi Hewan. Cetakan kedua. Jakarta: Universitas terbuka

Hernawan, Hudiana. Handout materi Fisiologi Hewan Fisologi respirasi (pernapasan).

No comments:

Post a Comment