Wednesday, November 17, 2010

INTISARI MATERI MIKROBIOLOGI PERTEMUAN KEDUA

A.PERTUMBUHAN MIKROBA
Pertumbuhan yaitu pertambahan atau bertambahnya semua komponn sel suatu jasad secara teratur. Caranya bisa dengan pembelahan pada masing masing sel. Pada sel tunggal ( uniseluler ) pembelahan sel merupakan pertambahan individu. Pada hewan ber sel banyak pembelahan sel tidak menghasilkan penambahan jumlah individunya, melainkan merupakan pembentukan jaringan serta ukuran individu tersebut.
Pada hewan uniseluler pembelahan dilakukan secara biner, dari satu sel membelah menjadi dua sel baru, dan seterusnya. Bila dalam penghitungan waktu generasinya diperoleh rumus,
N = N0. 2n, dengAN n adalah jumlah sel , nO = jumlah sel awal, dan n= jumlah generasi.
Selain dapat dihitung waktu generasinya, mikroba juga dapat diukur pertumbuhannya. Pengukuran dapat dilakukan dengan alat petroff hausser bacteria counter (PHBC), Haemocytometer untuk menghitung khamir, spora, atau sel yang ukurannya lebih besar dari bakteri. Selain dengan alat modern seperti diatas, bisa juga penghitungan bakteri dilakukan dengan macam macam metode seperti:
•Metode plate count/ colony count, yaitu bisa dengan metode taburan permukaan media seperti agar, cairan, dan sebagainya, ataupun dengan metode taburan.
•Filter membrane dan most probable number, yaitu sample mikroba di biakan dengan medium cair seperti pengenceran.
•Photometer
•Spektropotometer
Bila kita berbicara mikroba, pastinya tak akan terlepas dari istilah pertumbuhan populasi dari mikroba itu sendiri. Mikroba dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, mereka berkembang dan memperbanyak diri sehingga apabila jumlah bakteri dihitung berdasarkan jumlah dan waktu pertumbuhannya maka dapat dibuat kurva pertumbuhannya.
Ada 2 sistem pembiakan mikroba, yang pertama yaitu dengan system biakan tertutup ( batch culture) dan biakan system terbuka ( continous culture). Dari system tertutup terdapat beberapa fase pertumbbuhan:
•Fase permulaan
•Fase pertumbuhan yang dipercepat
•Fase pertumbuhan logaritma
•Fase pertumbuhan mulai dihambat
•Fase stasioner maksimum
•Fase kematian dipercepat
•Fase kematian logaritma
Fase permulaan dan fase pertumbuhan dipercepat disebut lag phase.
Dari system biakan terbuka biasanya menggunakan suatu alat yang disebut khemostat. Dari system ini sel seolah olah dibuat dalam keadaan setengah kelaparan, sehingga pertumbuhan bakteri dihambat dengan ditunjukannya fase atau kecepatan pertumbuhan yang berbanding lurus atau konstan.

B.FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA
Dalam aktivitasnya, mikroba dipengaruhi oleh factor lingkungan. Factor lingkungan tersebut berupa factor abiotik dan biotic. Apabila 2 faktor tersebut berubah, maka akan mempengaruhi aktivitas mikroba sehingga akan merusak sifat morfologi dan fisiologi mikroba tersebut.
1.Factor abiotik
Factor abiotik ini dapat digolongkan menjadi beberapa kategori antara lain: suhu, kandungan air, tekanan osmose, dan ion – ion serta listrik.
Berdasarkan factor suhu, mikroba dapat dikelompokan menjadi mikroba psikofril (kelompok mikroba yang tumbuh pada suhu 0 – 30 0 C, dengan suhu optimumnya 150C) contohnya : Gallionella, yang kedua adalah mikroba Mesofil (suhu min 150C, dan optimum pada suhu 25 – 370C) contoh: Methylococcus capsulatus, dan yang terakhir adalah Bakteri Termofil (tahan pada suhu tinggi, dapat hidup pada suhu 30 – 600C, ada juga yang hidup dibawah suhu 300C) contoh: Bacillus.
Kandungan air yang cocok untuk mikroba biasanya pada water activity (aw = 0,6 – 0,998). Selain water activity, tekanan osmose pada mikroba juga sangat penting ,karena apabila mikroba diletakkan di larutan hipertonis daripada tubuhnya maka akan terjadi pengerutan atau penarikan molekul air dalam tubuh bakteri ke larutan (plasmolisis). Sedangkan apabila larutannya hipotonis dibandingkan dengan bakteri maka akan terjadi plasmoptisa.
Berdasarkan ion – ion dan listrik, mikroba dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu:
•Mikroba asidofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 2 – 5
•Mikroba mesofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 5,5 – 8
•Mikroba Alkalifil yaitu bakteri yang hidup pada PH 8,4 – 9,5
Apabila mikroba diberi aliran listrik maka akan mengakibatkan elektrolisis dan elektroforesis.
Apabila mikroba teradiasi maka bakteri yang tidak memiliki pigmen fotosintesis akan mengalami kerusakan pada struktur mikroba tersebut bahkan bisa musnah.
2.Factor biotic
Factor biotic yang mempengaruhi aktivitas bakteri dapat dibedakan menjadi:
•Interaksi dalam satu populasi mikroba, bisa bernilai positif bisa juga negative. Bila bernilai positif, maka interaksi lebih cenderung bersifat kooperasi. Tapi, apabila bernilai negative, maka interaksi lebih cenderung bersifat kompetisi.
•Interaksi antar populasi mikroba, diantaranya yaitu: netralisme, komensalisme, sinergis, mutualisme, kompetisi, amensalisme, predasi, dan parasitisme.

C.NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Nutrisi merupakan sumber makanan yang bisa terlarut didalam larutan, di tanah, dan lain sebagainya. Nutrisi biasanya terdapat pada medium (tempat untuk menumbuhkan bakteri), bisa berupa senyawa – senyawa seperti C, H, O, N dan P.
Bagi mikroba nutrisi memiliki fungsi yang penting yaitu sebagai sumber makanan untuk mikroba guna dalam memenuhi kebutuhan selnya dalam menjalankan fungsi fisiologiskehidupan. Tanpa nutrisi mekroba tak akan tumbuh dan berkembang bahkan bisa mati. Dalam garis besarnya bahan makanan / nutrisi dibagi menjadi 7 golongan, yaitu: air, sumber energy, sumber karbon, sumber aseptor electron, sumber mineral, factor tumbuh dan sumber nitrogen.
Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dapat dibedakan menjadi jasad ototrof dan heterotrof.
Mikroba berdasarkan sumber energi dapat dibedakan menjadi mikroba fototrof dan khemotrof.
Mikroba berdasarkan sumber donor elektron dapat dibedakan menjadi jasad litotrop dan organotrop.
Mikroba berdasarkan kebutuhan oksigen dapat dibedakan menjadi bakteri aerob, anaerob, mikroaerob, jasad aerob fakultatif, dan jasad kapnofil.
Medium pertumbuhan mikroba dapat dibedakan menjadi:
•Medium dasar (medium yang mengandung campuran senyawa an organik yang ditambah zat lain)
•Medium sintetik (medium yang susunan kimia dan kadarnya telah diketahui pasti)
•Medium diperkaya (medium yang ditambah zat tertentu yang merupakan nutrisi spesifik untuk jenis mikroba tertentu).

D.ENZIM MIKROBA
Enzim merupakan katalisator yang dihasilkan oleh sel – sel tertentu yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia pada pencernaan. Pada prinsipnya enzim berperan penting dalam meningkatkan kecepatan reaksi dengan menurunkan energy aktivasi. Saat enzim melangsungkan reaksi enzimatik, terjadiikatan sementara antara enzim dengan substratnya untuk waktu yang singkat. Selanjutnya enzim akan mereaksikan substrat sehingga ikatan enzim substrat akan pecah menjadi enzil dan hasil akhir.
Berdasarkan tempat bekerjanya enzim, enzim dapat di bedakan menjadi endoenzim (enzim yang bekerja di dalam sel), dan eksoenzim yaitu enzim yang bekerja diluar sel.
Berdasarkan daya katalis, enzim dapat dibedakan juga menjadi Oksidoreduktase, Transferasi, Hidrolase, Liase, Isomerase, Ligase, dan sebagainya.
Berdasarkan cara terbentuknya enzim, enzim dibedakan menjadi enzim konstitutif, dan enzim adaptif.
Dalam proses enzimatik, enzim dipengaruhi oleh factor – factor substrat, suhu, PH, penghambat enzim, activator/ kofaktor, dan penginduksi.

E.BIOENERGETIK MIKROBA
Bioenergetik mikroba merupakan bagian dari pengkajian mikroba berdasarkan penghasilan dan penggunaan energy oleh mikroba. Dalam melakukan proses metabolisme biasanya di hasilkan dan digunakan energy. Dalam melakukan Metabolisme, mikroba didalamnya melakukan proses katabolisme dan anabolisme.
Katabolisme merupakan proses perombakan bahan disertai pembebasan energy. Adapun anabolisme merupakan proses biosintesis yang memerlukan energy.
Dalam istilah metabolismedikenal istilah – istilah yang berkaitan dengan proses pembentukan maupun penggunaan energy (ATP) diantaranya yaitu: Biooksidasi, Fermentasi, Respirasi, Fotosintesis.
Energy yang diperoleh pada masing – masing proses tersebut di atas, selanjutnya digunakan dalam setiap reaksi endergonik dan eksergonik.
Adapun katabolisme makromolekul yang dilangsungkan oleh sel di dalmnya terjadi proses peruraian berupa peruraian karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat yang pada pelaksanaannya dibantu oleh enzim, hasil dari proses katabolisme tersebut selanjutnya di transfer kedalam siklus krebs.

No comments:

Post a Comment