A. FISIOLOGI RESEPTOR DAN EFEKTOR
Dalam pembahasan reseptor dan efektor, takan lepas dari istilah rangsangan. Rangsangan datang bisa dari dalam dan bisa juga dari luar. Alat penerima rangsangan ini disebut reseptor, yang penerjemah reseptor disebut efektor. Dalam pembahasan reseptor dibahas hal – hal seperti struktur, jenis rangsang, dan lokasi rangsang.
Struktur dari reseptor terdiri atas saraf dan bukan saraf. Jenis rangsangnya bisa berupa kemoreseptor, termoreseptor, mekanoreseptor, fotoreseptor, magnetoreseptor, dan elektroreseptor.
Lokasi rangsangnya bisa berupa interoreseptor dan eksteroreseptor. Pada mekanisme saraf sensorik bisa menjadi reseptor yang bersifat transduser dengan bantuan energy, terjadilah perubahan energy tersebut menjadi energy listrik sehingga menjadi potensial aksi. Cara fungsi potensial aksi yaitu reseptor menerima rangsang lalu masuk ke membrane reseptor lalu terjadi peristiwa elektrokimia yang menghasilkan potensial aksi lalu jadi potensial reseptor, begitu seterusnya, apabila yang diterimanya adalah potensial reseptor yang besar maka diteruskan ke membrane sel lain dan membrane sebelahnya meneruskannya ke saraf aferen lalu menjadi potensial generator.
Adapun cara kerja reseptor ( diambil contoh dengan rangsang mekanoreseptor) menyebabkan pintu ion terbuka, dan tertutup sehingga ada deformasi (perubahan bentuk)mekanik. Dalam hal demikian tanggapan dan rangsangan memiliki hubungan rumit dan erat namun keduanya tidak sama, akibatnya menimbulkan reseptor yang fasik dan reseptor tonik. Contoh reseptor pasik adalah panician corpuscle, sedangkan contoh reseptor tonik yaitu pain reseptor, join capsul, dan otot spindle. Efektor atau alat penghasil tanggapan menghasilkan reaksi yang terlihat yang berupa gerak tubuh serta reaksi yang tak terlihat berupa reaksi hormone.
B. FISIOLOGI ENDOKRIN
Ada 4 hal penting dari fungsi system endokrin:
Sebagai homeostatis
Mempertahankan kestabilan tubuh yaitu sebagai pengatur aktivitas suhu tubuh, metabolism, nutrisi, dan keseimbangan asam basa.
Mengatasi stress
Mengobati infeksi, meredakan trauma, dan shock.
Untuk pertumbuhan dan perkembangan
Mengatur jumlah dan ukuran sel.
Reproduksi
Pada laki – laki dan wanita di sekresikan hormone sex, sex primer dan sex sekunder.
Sekresi hormone yang berlebih bisa menyebabkan tumor kelenjar, dan lain lain seperti hypethyroidisme.
Sekresi yang kurang bisa menyebabkan produksi hormone yang sedikit dan bisa menyebabkan diabetes mellitus,dll.
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang mengkaji hormone dan aktivitasnya. Adapun hormone itu sendiri adalah salah satu system komunikasi utama dalam tubuh yang menentukan jalan atau tidaknya proses metabolic yang disekresikan oleh sel khusus dari kelenjar endokrin.
System endokrin dalam fungsinya bekerjasama secara kooperatif menuju ke system saraf lalu ke system neuro endokrin dan mengatur fungsi kendali dan koordinasi pada hewan. Kerja neuro endokrin pada system saraf bersifat cepat yang nantinya menghasilkan transmisi elektrik sedangkan kerja neuro endokrin dengan system endokrin bersifat lambat dan menghasilkan transmisi kimia.
Pada system kerja kelenjar endokrin, ia memiliki organ sasaran yang nantinya akan menerima transfer hormone yang sesuai dengan fungsi fisiologisnya dan kemudian mengakibatkan efek biologis atau aktivitas kehidupan.
Mekanisme kerja hormone berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi:
Konsep klasik, yaitu ketika system endokrin yang menghasilkan hormone yang kemudian hormone masuk dan diolah di sel target.
Autokrin, yaitu ketika sel target menghasilkan hormone lalu hormone tersebut digunakan kembali oleh sel target tersebut.
Parakrin, yaitu ketika sel target yang satu menghasilkan hormone lalu hormone tersebut dipakai oleh sel target yang lain.
Selain itu, hormone dapat di kelasifikasikan menjadi:
Berdasarkan struktur kimia
Hormone protein
Hormone steroid, yang dihasilkan dari metabolism dan proses konversi kolesterol yang mengandung 27 atom karbon dan larut dalam lemak.
Hormone asam amino, berasal dari asam amino yang termodifikasi
Zat yang menyerupai hormone, diantaranya bradikinin, ertropuitin, hormone thymic, dan feromon.
Berdasarkan fungsi
Hormone perkembangan, berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan serta reproduksi.
Hormone metabolism
Hormone trofik, dihasilkan oleh system yang merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon.
Hormone pengatur metabolism mineral dan air, menyebabkan homeostatic mineral dan konservasi air tubuh.
Hormone pengatur kardiovaskuler, untuk mengatur aktivitas konduksi dan kontraksi jantung.
C. FISIOLOGI PENCERNAAN
Pencernaan ditubuh kita kompleks sekali dimulai dari pencernaan yang bersifat mekanik sampai pada pencernaan secara kimiawi. Terjadi juga didalamnya ingesti, digesti, absorpsi, dan eliminasi.
Pada hewan tingkat rendah proses pencernaannya di lakukan oleh vakuola makanan, pertama, lisosom mensekresikan enzim pencernaan yang menyebabkan suasana menjadi asam lalu terjadilah pemisahan garam garam kalsium dan menyebabkan PH yang mendukung aktivitas kerja enzim, setelah itu makanan diserap oleh sitoplasma lalu bahan yang tidak terserap dikeluarkan lewat proses eksositosis.
Pada hewan tingkat tinggi proses pencernaannya pun sudah lengkap dan kompleks termasuk di dalamnya pencernaan karbohidrat, protein dan lemak yang terjadi di tempat tempat khusus. Berdasarkan tempat khusus tersebut maka dapat dibedakan menjadi daerah daerah penerimaan, penyimpanan, pencernaan, dan penyeraan makanan.
Daerah penerimaan, terjadi pada mulut dengan proses mekanik ( gigi )yang kemudian terjadi juga pencampuran saliva. Lalu setelah proses mekanik di mulut maka makanan yang telah hancur di dorong oleh pangkal tenggorokan untuk masuk ke esophagus, dengan gerak peristaltiknya makanan menjadi bolus menuju lambung.
Setelah makanan masuk ke lambung maka masuk ke tempat penyimpanan, di lambung makanan yang berbentuk bolus di campur oleh lambung dengan cairan HCl yang kemudian akan mengubah bolus menjadi khim. Pada burung lambung fungsinya di ambil alih oleh empedal.
Setelah makanan di olah di lambung dan menjadi khim, makanan di lanjutkan ketempat pencernaan dan penyerapan, peristiwa ini terjadi pada usus, bahan makanan yang telah menjadi khim di cerna lagi dengan enzim dan diubah menjadi lebih kongkrit dan sederhana sekali sesuai unsure pembentuknya agar dapat di serap kembali.
Pencernaan makanan biasanya terdiri atas pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat dalam pencernaannya dibantu oleh enzim karbohidrase dan biasanya terjadi di mulut. Protein dalam pencernaannya di bantu oleh enzim protease dan lemak di bantu oleh enzim lipase.
Secara metabolism, pencernaan makanan pada fisiologinya:
Protein, terjadi hidrolisis dan berubah menjadi asam amino kemudian terjadi deaminasi setelah itu NH3 dan ure di buang dan sisanya masuk ke siklus asam sitrat
Karbohidrat, terjadi hidrolisis kemudian karbohirat terpecah menjadi glukosa dan terjadilah proses glikolisis, setelah itu masuk ke siklus asam sitrat.
Lipid, terjadi hidrolisis lemak diubah menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol yang dihasilkan diubah menjadi PGAL lalu terjadilah glikolisis dan masulkalh ke daur asam sitrat. Disamping itu asam lemak yang di hasilkan tadi di oksidasi beta lewat asetil KoA dan masuklah ke siklus asam sitrat.
D. FISIOLOGI SIRKULASI
Fisiologi sirkulasi sangat erat hubungannya dengan system sirkulasi karena bila membahas fisiologi sirkulasi tak akan luput dari system sirkulasi. System sirkulasi mempunyai fungsi yang sangat penting sekali dalam melakukan fungsi kehidupan, fungsinya yaitu menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan O2, menjamin pembuangan zat sisa metabolism, penyebaran panas tubuh, menyebarkan tekanan, dan lain sebagainya.
Sirkulasi pada tubuh, yang memiliki peranan utama adalah jantung. Jantung berperan sebagai pemompa cairan tubuh ( darah ) yang akan mengangkut sari makanan dan oksigen ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Dalam setiap pompaan jantung mustahil akan terpenuhi kebutuhan sel untuk makan bila tanpa adanya pembuluh darah ( arteri, vena, kapiler) sebagai media lajunya darah dalam mengedarkan sari makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh sel. Begitu seterusnya mekanisme kerja dari system sirkulasi dalam menjalankan fungsi kehidupan.
No comments:
Post a Comment