Wednesday, November 17, 2010

INTISARI MATERI MIKROBIOLOGI PERTEMUAN KEDUA

A.PERTUMBUHAN MIKROBA
Pertumbuhan yaitu pertambahan atau bertambahnya semua komponn sel suatu jasad secara teratur. Caranya bisa dengan pembelahan pada masing masing sel. Pada sel tunggal ( uniseluler ) pembelahan sel merupakan pertambahan individu. Pada hewan ber sel banyak pembelahan sel tidak menghasilkan penambahan jumlah individunya, melainkan merupakan pembentukan jaringan serta ukuran individu tersebut.
Pada hewan uniseluler pembelahan dilakukan secara biner, dari satu sel membelah menjadi dua sel baru, dan seterusnya. Bila dalam penghitungan waktu generasinya diperoleh rumus,
N = N0. 2n, dengAN n adalah jumlah sel , nO = jumlah sel awal, dan n= jumlah generasi.
Selain dapat dihitung waktu generasinya, mikroba juga dapat diukur pertumbuhannya. Pengukuran dapat dilakukan dengan alat petroff hausser bacteria counter (PHBC), Haemocytometer untuk menghitung khamir, spora, atau sel yang ukurannya lebih besar dari bakteri. Selain dengan alat modern seperti diatas, bisa juga penghitungan bakteri dilakukan dengan macam macam metode seperti:
•Metode plate count/ colony count, yaitu bisa dengan metode taburan permukaan media seperti agar, cairan, dan sebagainya, ataupun dengan metode taburan.
•Filter membrane dan most probable number, yaitu sample mikroba di biakan dengan medium cair seperti pengenceran.
•Photometer
•Spektropotometer
Bila kita berbicara mikroba, pastinya tak akan terlepas dari istilah pertumbuhan populasi dari mikroba itu sendiri. Mikroba dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, mereka berkembang dan memperbanyak diri sehingga apabila jumlah bakteri dihitung berdasarkan jumlah dan waktu pertumbuhannya maka dapat dibuat kurva pertumbuhannya.
Ada 2 sistem pembiakan mikroba, yang pertama yaitu dengan system biakan tertutup ( batch culture) dan biakan system terbuka ( continous culture). Dari system tertutup terdapat beberapa fase pertumbbuhan:
•Fase permulaan
•Fase pertumbuhan yang dipercepat
•Fase pertumbuhan logaritma
•Fase pertumbuhan mulai dihambat
•Fase stasioner maksimum
•Fase kematian dipercepat
•Fase kematian logaritma
Fase permulaan dan fase pertumbuhan dipercepat disebut lag phase.
Dari system biakan terbuka biasanya menggunakan suatu alat yang disebut khemostat. Dari system ini sel seolah olah dibuat dalam keadaan setengah kelaparan, sehingga pertumbuhan bakteri dihambat dengan ditunjukannya fase atau kecepatan pertumbuhan yang berbanding lurus atau konstan.

B.FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA
Dalam aktivitasnya, mikroba dipengaruhi oleh factor lingkungan. Factor lingkungan tersebut berupa factor abiotik dan biotic. Apabila 2 faktor tersebut berubah, maka akan mempengaruhi aktivitas mikroba sehingga akan merusak sifat morfologi dan fisiologi mikroba tersebut.
1.Factor abiotik
Factor abiotik ini dapat digolongkan menjadi beberapa kategori antara lain: suhu, kandungan air, tekanan osmose, dan ion – ion serta listrik.
Berdasarkan factor suhu, mikroba dapat dikelompokan menjadi mikroba psikofril (kelompok mikroba yang tumbuh pada suhu 0 – 30 0 C, dengan suhu optimumnya 150C) contohnya : Gallionella, yang kedua adalah mikroba Mesofil (suhu min 150C, dan optimum pada suhu 25 – 370C) contoh: Methylococcus capsulatus, dan yang terakhir adalah Bakteri Termofil (tahan pada suhu tinggi, dapat hidup pada suhu 30 – 600C, ada juga yang hidup dibawah suhu 300C) contoh: Bacillus.
Kandungan air yang cocok untuk mikroba biasanya pada water activity (aw = 0,6 – 0,998). Selain water activity, tekanan osmose pada mikroba juga sangat penting ,karena apabila mikroba diletakkan di larutan hipertonis daripada tubuhnya maka akan terjadi pengerutan atau penarikan molekul air dalam tubuh bakteri ke larutan (plasmolisis). Sedangkan apabila larutannya hipotonis dibandingkan dengan bakteri maka akan terjadi plasmoptisa.
Berdasarkan ion – ion dan listrik, mikroba dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu:
•Mikroba asidofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 2 – 5
•Mikroba mesofil yaitu bakteri yang hidup pada PH 5,5 – 8
•Mikroba Alkalifil yaitu bakteri yang hidup pada PH 8,4 – 9,5
Apabila mikroba diberi aliran listrik maka akan mengakibatkan elektrolisis dan elektroforesis.
Apabila mikroba teradiasi maka bakteri yang tidak memiliki pigmen fotosintesis akan mengalami kerusakan pada struktur mikroba tersebut bahkan bisa musnah.
2.Factor biotic
Factor biotic yang mempengaruhi aktivitas bakteri dapat dibedakan menjadi:
•Interaksi dalam satu populasi mikroba, bisa bernilai positif bisa juga negative. Bila bernilai positif, maka interaksi lebih cenderung bersifat kooperasi. Tapi, apabila bernilai negative, maka interaksi lebih cenderung bersifat kompetisi.
•Interaksi antar populasi mikroba, diantaranya yaitu: netralisme, komensalisme, sinergis, mutualisme, kompetisi, amensalisme, predasi, dan parasitisme.

C.NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Nutrisi merupakan sumber makanan yang bisa terlarut didalam larutan, di tanah, dan lain sebagainya. Nutrisi biasanya terdapat pada medium (tempat untuk menumbuhkan bakteri), bisa berupa senyawa – senyawa seperti C, H, O, N dan P.
Bagi mikroba nutrisi memiliki fungsi yang penting yaitu sebagai sumber makanan untuk mikroba guna dalam memenuhi kebutuhan selnya dalam menjalankan fungsi fisiologiskehidupan. Tanpa nutrisi mekroba tak akan tumbuh dan berkembang bahkan bisa mati. Dalam garis besarnya bahan makanan / nutrisi dibagi menjadi 7 golongan, yaitu: air, sumber energy, sumber karbon, sumber aseptor electron, sumber mineral, factor tumbuh dan sumber nitrogen.
Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dapat dibedakan menjadi jasad ototrof dan heterotrof.
Mikroba berdasarkan sumber energi dapat dibedakan menjadi mikroba fototrof dan khemotrof.
Mikroba berdasarkan sumber donor elektron dapat dibedakan menjadi jasad litotrop dan organotrop.
Mikroba berdasarkan kebutuhan oksigen dapat dibedakan menjadi bakteri aerob, anaerob, mikroaerob, jasad aerob fakultatif, dan jasad kapnofil.
Medium pertumbuhan mikroba dapat dibedakan menjadi:
•Medium dasar (medium yang mengandung campuran senyawa an organik yang ditambah zat lain)
•Medium sintetik (medium yang susunan kimia dan kadarnya telah diketahui pasti)
•Medium diperkaya (medium yang ditambah zat tertentu yang merupakan nutrisi spesifik untuk jenis mikroba tertentu).

D.ENZIM MIKROBA
Enzim merupakan katalisator yang dihasilkan oleh sel – sel tertentu yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia pada pencernaan. Pada prinsipnya enzim berperan penting dalam meningkatkan kecepatan reaksi dengan menurunkan energy aktivasi. Saat enzim melangsungkan reaksi enzimatik, terjadiikatan sementara antara enzim dengan substratnya untuk waktu yang singkat. Selanjutnya enzim akan mereaksikan substrat sehingga ikatan enzim substrat akan pecah menjadi enzil dan hasil akhir.
Berdasarkan tempat bekerjanya enzim, enzim dapat di bedakan menjadi endoenzim (enzim yang bekerja di dalam sel), dan eksoenzim yaitu enzim yang bekerja diluar sel.
Berdasarkan daya katalis, enzim dapat dibedakan juga menjadi Oksidoreduktase, Transferasi, Hidrolase, Liase, Isomerase, Ligase, dan sebagainya.
Berdasarkan cara terbentuknya enzim, enzim dibedakan menjadi enzim konstitutif, dan enzim adaptif.
Dalam proses enzimatik, enzim dipengaruhi oleh factor – factor substrat, suhu, PH, penghambat enzim, activator/ kofaktor, dan penginduksi.

E.BIOENERGETIK MIKROBA
Bioenergetik mikroba merupakan bagian dari pengkajian mikroba berdasarkan penghasilan dan penggunaan energy oleh mikroba. Dalam melakukan proses metabolisme biasanya di hasilkan dan digunakan energy. Dalam melakukan Metabolisme, mikroba didalamnya melakukan proses katabolisme dan anabolisme.
Katabolisme merupakan proses perombakan bahan disertai pembebasan energy. Adapun anabolisme merupakan proses biosintesis yang memerlukan energy.
Dalam istilah metabolismedikenal istilah – istilah yang berkaitan dengan proses pembentukan maupun penggunaan energy (ATP) diantaranya yaitu: Biooksidasi, Fermentasi, Respirasi, Fotosintesis.
Energy yang diperoleh pada masing – masing proses tersebut di atas, selanjutnya digunakan dalam setiap reaksi endergonik dan eksergonik.
Adapun katabolisme makromolekul yang dilangsungkan oleh sel di dalmnya terjadi proses peruraian berupa peruraian karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat yang pada pelaksanaannya dibantu oleh enzim, hasil dari proses katabolisme tersebut selanjutnya di transfer kedalam siklus krebs.

Monday, November 1, 2010

INTISARI MATERI FISWAN PERTEMUAN KEDUA

A. FISIOLOGI RESEPTOR DAN EFEKTOR
Dalam pembahasan reseptor dan efektor, takan lepas dari istilah rangsangan. Rangsangan datang bisa dari dalam dan bisa juga dari luar. Alat penerima rangsangan ini disebut reseptor, yang penerjemah reseptor disebut efektor. Dalam pembahasan reseptor dibahas hal – hal seperti struktur, jenis rangsang, dan lokasi rangsang.
Struktur dari reseptor terdiri atas saraf dan bukan saraf. Jenis rangsangnya bisa berupa kemoreseptor, termoreseptor, mekanoreseptor, fotoreseptor, magnetoreseptor, dan elektroreseptor.
Lokasi rangsangnya bisa berupa interoreseptor dan eksteroreseptor. Pada mekanisme saraf sensorik bisa menjadi reseptor yang bersifat transduser dengan bantuan energy, terjadilah perubahan energy tersebut menjadi energy listrik sehingga menjadi potensial aksi. Cara fungsi potensial aksi yaitu reseptor menerima rangsang lalu masuk ke membrane reseptor lalu terjadi peristiwa elektrokimia yang menghasilkan potensial aksi lalu jadi potensial reseptor, begitu seterusnya, apabila yang diterimanya adalah potensial reseptor yang besar maka diteruskan ke membrane sel lain dan membrane sebelahnya meneruskannya ke saraf aferen lalu menjadi potensial generator.
Adapun cara kerja reseptor ( diambil contoh dengan rangsang mekanoreseptor) menyebabkan pintu ion terbuka, dan tertutup sehingga ada deformasi (perubahan bentuk)mekanik. Dalam hal demikian tanggapan dan rangsangan memiliki hubungan rumit dan erat namun keduanya tidak sama, akibatnya menimbulkan reseptor yang fasik dan reseptor tonik. Contoh reseptor pasik adalah panician corpuscle, sedangkan contoh reseptor tonik yaitu pain reseptor, join capsul, dan otot spindle. Efektor atau alat penghasil tanggapan menghasilkan reaksi yang terlihat yang berupa gerak tubuh serta reaksi yang tak terlihat berupa reaksi hormone.

B. FISIOLOGI ENDOKRIN
Ada 4 hal penting dari fungsi system endokrin:
Sebagai homeostatis
Mempertahankan kestabilan tubuh yaitu sebagai pengatur aktivitas suhu tubuh, metabolism, nutrisi, dan keseimbangan asam basa.
Mengatasi stress
Mengobati infeksi, meredakan trauma, dan shock.
Untuk pertumbuhan dan perkembangan
Mengatur jumlah dan ukuran sel.
Reproduksi
Pada laki – laki dan wanita di sekresikan hormone sex, sex primer dan sex sekunder.
Sekresi hormone yang berlebih bisa menyebabkan tumor kelenjar, dan lain lain seperti hypethyroidisme.
Sekresi yang kurang bisa menyebabkan produksi hormone yang sedikit dan bisa menyebabkan diabetes mellitus,dll.
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang mengkaji hormone dan aktivitasnya. Adapun hormone itu sendiri adalah salah satu system komunikasi utama dalam tubuh yang menentukan jalan atau tidaknya proses metabolic yang disekresikan oleh sel khusus dari kelenjar endokrin.
System endokrin dalam fungsinya bekerjasama secara kooperatif menuju ke system saraf lalu ke system neuro endokrin dan mengatur fungsi kendali dan koordinasi pada hewan. Kerja neuro endokrin pada system saraf bersifat cepat yang nantinya menghasilkan transmisi elektrik sedangkan kerja neuro endokrin dengan system endokrin bersifat lambat dan menghasilkan transmisi kimia.
Pada system kerja kelenjar endokrin, ia memiliki organ sasaran yang nantinya akan menerima transfer hormone yang sesuai dengan fungsi fisiologisnya dan kemudian mengakibatkan efek biologis atau aktivitas kehidupan.
Mekanisme kerja hormone berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi:
Konsep klasik, yaitu ketika system endokrin yang menghasilkan hormone yang kemudian hormone masuk dan diolah di sel target.
Autokrin, yaitu ketika sel target menghasilkan hormone lalu hormone tersebut digunakan kembali oleh sel target tersebut.
Parakrin, yaitu ketika sel target yang satu menghasilkan hormone lalu hormone tersebut dipakai oleh sel target yang lain.
Selain itu, hormone dapat di kelasifikasikan menjadi:
Berdasarkan struktur kimia
Hormone protein
Hormone steroid, yang dihasilkan dari metabolism dan proses konversi kolesterol yang mengandung 27 atom karbon dan larut dalam lemak.
Hormone asam amino, berasal dari asam amino yang termodifikasi
Zat yang menyerupai hormone, diantaranya bradikinin, ertropuitin, hormone thymic, dan feromon.
Berdasarkan fungsi
Hormone perkembangan, berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan serta reproduksi.
Hormone metabolism
Hormone trofik, dihasilkan oleh system yang merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon.
Hormone pengatur metabolism mineral dan air, menyebabkan homeostatic mineral dan konservasi air tubuh.
Hormone pengatur kardiovaskuler, untuk mengatur aktivitas konduksi dan kontraksi jantung.

C. FISIOLOGI PENCERNAAN
Pencernaan ditubuh kita kompleks sekali dimulai dari pencernaan yang bersifat mekanik sampai pada pencernaan secara kimiawi. Terjadi juga didalamnya ingesti, digesti, absorpsi, dan eliminasi.
Pada hewan tingkat rendah proses pencernaannya di lakukan oleh vakuola makanan, pertama, lisosom mensekresikan enzim pencernaan yang menyebabkan suasana menjadi asam lalu terjadilah pemisahan garam garam kalsium dan menyebabkan PH yang mendukung aktivitas kerja enzim, setelah itu makanan diserap oleh sitoplasma lalu bahan yang tidak terserap dikeluarkan lewat proses eksositosis.
Pada hewan tingkat tinggi proses pencernaannya pun sudah lengkap dan kompleks termasuk di dalamnya pencernaan karbohidrat, protein dan lemak yang terjadi di tempat tempat khusus. Berdasarkan tempat khusus tersebut maka dapat dibedakan menjadi daerah daerah penerimaan, penyimpanan, pencernaan, dan penyeraan makanan.
Daerah penerimaan, terjadi pada mulut dengan proses mekanik ( gigi )yang kemudian terjadi juga pencampuran saliva. Lalu setelah proses mekanik di mulut maka makanan yang telah hancur di dorong oleh pangkal tenggorokan untuk masuk ke esophagus, dengan gerak peristaltiknya makanan menjadi bolus menuju lambung.
Setelah makanan masuk ke lambung maka masuk ke tempat penyimpanan, di lambung makanan yang berbentuk bolus di campur oleh lambung dengan cairan HCl yang kemudian akan mengubah bolus menjadi khim. Pada burung lambung fungsinya di ambil alih oleh empedal.
Setelah makanan di olah di lambung dan menjadi khim, makanan di lanjutkan ketempat pencernaan dan penyerapan, peristiwa ini terjadi pada usus, bahan makanan yang telah menjadi khim di cerna lagi dengan enzim dan diubah menjadi lebih kongkrit dan sederhana sekali sesuai unsure pembentuknya agar dapat di serap kembali.
Pencernaan makanan biasanya terdiri atas pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat dalam pencernaannya dibantu oleh enzim karbohidrase dan biasanya terjadi di mulut. Protein dalam pencernaannya di bantu oleh enzim protease dan lemak di bantu oleh enzim lipase.
Secara metabolism, pencernaan makanan pada fisiologinya:
Protein, terjadi hidrolisis dan berubah menjadi asam amino kemudian terjadi deaminasi setelah itu NH3 dan ure di buang dan sisanya masuk ke siklus asam sitrat
Karbohidrat, terjadi hidrolisis kemudian karbohirat terpecah menjadi glukosa dan terjadilah proses glikolisis, setelah itu masuk ke siklus asam sitrat.
Lipid, terjadi hidrolisis lemak diubah menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol yang dihasilkan diubah menjadi PGAL lalu terjadilah glikolisis dan masulkalh ke daur asam sitrat. Disamping itu asam lemak yang di hasilkan tadi di oksidasi beta lewat asetil KoA dan masuklah ke siklus asam sitrat.


D. FISIOLOGI SIRKULASI
Fisiologi sirkulasi sangat erat hubungannya dengan system sirkulasi karena bila membahas fisiologi sirkulasi tak akan luput dari system sirkulasi. System sirkulasi mempunyai fungsi yang sangat penting sekali dalam melakukan fungsi kehidupan, fungsinya yaitu menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan O2, menjamin pembuangan zat sisa metabolism, penyebaran panas tubuh, menyebarkan tekanan, dan lain sebagainya.
Sirkulasi pada tubuh, yang memiliki peranan utama adalah jantung. Jantung berperan sebagai pemompa cairan tubuh ( darah ) yang akan mengangkut sari makanan dan oksigen ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Dalam setiap pompaan jantung mustahil akan terpenuhi kebutuhan sel untuk makan bila tanpa adanya pembuluh darah ( arteri, vena, kapiler) sebagai media lajunya darah dalam mengedarkan sari makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh sel. Begitu seterusnya mekanisme kerja dari system sirkulasi dalam menjalankan fungsi kehidupan.

Saturday, October 16, 2010

INTISARI MATERI MIKROBIOLOGI

INTISARI MATERI PERTEMUAN PERTAMA MIKROBIOLOGI

A.PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA
Mikrobiologi merupakan ilmu yang mengkaji organism hidup yang berukuran mikroskopis. Mikrobiologi dalam pengkajiannya memerlukan ilmu lain yang berperan untuk menunjang daripada permasalahan permasalahan yang ada di dalam mikrobiologi seperti Fisika, Kimia, dan Biokimia.
Di dalam mikrobiologi dikenal istilah mikroba, mikroba merupakan jasad hidup yag ukurannya keci, bisa juga disebut mikroorganisme atau jasad renik. Mikroba secara umum di alam berperan sebagai produsen, konsumen dan redusen. Sebagian besar mikroba memiliki sel tunggal sehingga semua aktivitas fisiologisnya, dilakukan oleh satu sel saja, namun ada pula mikroba yang bersel banyak walaupan organisasi selnya belum begitu sempurna dan baik.

B.SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
Sejarah perkembangan mikrobiologi di dunia ini takan lepas dari tokoh ilmuwan yang terlibat didalamnya, banyak sekali ilmuwan yang memiliki sumbangsih pada mikrobiologi diantaranya:

1.Leeuwenhoek (1633-1723), dengan mikroskop 50-300x ia menemukan animalculus yang kemudian lahir teori abiogenesis
2.F. Redi ( 1626-1697), ia mengemukakan teori biogenesis lewat penelitian daging yang ditumbuhi dengan belatung pada daging yang terbuka di toples
3.Lazzaro spallanzani (1729-1799), dari percobaannya ia menyimpulkan bahwa perkembangan mikroba dalam suatu bahan dalam arti terbatas menyebabkab terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut.
4.Louis Pasteur (1822-1895), ia menemukan pasteurisasi dan sterilisasi.
5.John Tyndall (1820-1893), ia menemukan bakteri berspora yang percobaannya mendukung Pasteur dan kemudian menemukan tyndalliasasi.
Mikroba dalam kehidupan memiliki peranan yg penting, salah satunya dalam transpormasi bahan organiik yang kemudian terjadi perubahan kimia yg sekarang dikenal dengan istilah fermentasi dan pembusukan.
C. Latour, Schwann, dan kutzing (1837) melakukan percobaan pada zat gula yang mengalami fermentasi yg kemudian disimpulkan bahwa perubahan gula menjadi alcohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologis dari khamir/ ragi. Selain itu juga mikroba ada yang dapat merugikan karena bisa menyebabkan penyakit. Salah satu ilmuwan yang terkenal dari sumbangsihnya dari teori “ postulat Koch “ yaitu Robert Koch (1876) yang membuktikan bahwa antraks disebabkan oleh bakteri.
Berdasarkan perkembangan zaman, mikroba banyak di gunakan dalam aktivitas kehidupan manusia, misalnya ragi untuk membuat anggur, jamur aspergillus sp. Untuk kecap dan mikroda lainnya yang digunakan untuk pembuatan yang lain.

C.STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROBA
1.Struktur membrane sel pada mikroba umumnya membrane mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukan adanya lipatan.
2.Dindingsel, pada bakteri bersifat agak elastic dan tidak permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan molekul rendah. Rangka dasarnya adalah murein peptidoglikan.
3.Inti sel bakteri eukaryote pada masa interfase dikelilingi oleh membrane yang terdiri atas 2 lapisan lemak.
4.Flagel dan phili, flagel berupa cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak bakteri
5.Kapsul dan lendir, terdapat dipermukaan luar sel yang dihasilkan dari senyawa yang kaya akan airsebagai hasil dari akumulasi bakteri, adapun fungsinya adalah untuk menimbulkan sifat virulenterhadap inangnya.

INTISARI MATERI FISWAN

INTISARI MATERI PERTEMUAN PERTAMA FISIOLOGI HEWAN

A.KONSEP FUNDAMENTAL FISWAN
Fisiologi hewan yaitu ilmu yang mengkajiseluk beluk mekanisme fungsi kehidupan beserta segala aktivitas dengan berbagai gejala system hidup serta pengalaman dari segala fungsi system hidup yang terjadi pada hewan.
Pada prinsipnya hewan untuk mempertahankan hidupnya harus beraktivitas dalam rangka mempertahankan hidupnya. Ketika dalam melaksanakan aktivitas tsb hewan harus beradaptasi agar kebutuhannya terpenuhi. Tentu saja ketika beraktivitas kondisi mereka dipengaruhi oleh aspek lingkungan baik internal ( tubuhnya) maupun eksternal.
Claud Bernard (1813 – 1878), ia mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan stabilisasi tubuh di lingkugan eksternal, maka harus mempertahankan stabilitas tubuh hewan tsb. Selain itu juga Cannon ( 1871 – 1945) mengembangkan gagasan dari C. Bernard yang kemudian dikenal istilah HOMEOSTATIS.
Terkait factor internal yang mempengaruhifungsi kehidupan hewan, di asumsikan bahwa ada hal hal yang harus di jaga yaitu PH, kandungan air, kadar garam, suhu, serta kandungan nutrient pada tubuh hewan.
Adapun factor eksternal yang mempengaruhi aktivitas dari fungsi kehidupan hewan dapat dibedakan menjadi lingkungan aquatic dan lingkungan terrestrial.

B.FISIOLOGI SEL
Sel merupakan unit morfologis dan unit fungsional pada makhluk hidup (hewan). Sel berdasarkan tingkat kompleksitasnya dapat dibedakan menjadi sel tunggal dan sel multiseluler. Beberapa ilmuwan klasik yang menemukan dan mengemukakan tentang se, antara lain:

1.Robert Hook (1685), ia mmeneliti irisan gabus dengan mikroskop 30x perbesaran terlihat seperti kotak kecil yg kemudian disebut sel.
2.Leeuwenhoek, ia mengamati sel darah, sel sperma, air dengan mkroskop 300x perbesaran terlihat ada mikroba.
3.Schleiden dan Schwann ( 1893 ), mereka mengemukakan teori sel yang dari hasil pengamatannya dihasilkan teori reproduksi, pertumbuhan, perbaikan organism multiseluler.

Berdasarkan struktur dan fungsi organel sel . sel dibedakan menjadi sel prokaryotic dan sel eukaryotic. Pada sel terdapat organel organel yang melakukan fungsi fisiologis, organel tersebut meliputi:

•Inti sel yang berisi DNA yang di organisasi dari protein selanjutnya membentuk kromatin lalu menggulung menjadi kromosom. Inti sel pada sel berfungsi sbg pengendali aktivitas sel.
•Ribosom berfungsi sbg bahan baku protein.
•Retikulum Endoplasma, dapat dibedakan menjadi RE halus yang berperan sbg pensintesa lipid, karbohidrat, dan penetral racun. Adapun RE kasar sebagai pensintesis protein.
•Aparatus golgi, bekerja sbg bagian dari system transport, sbg penyeleksi zat yang akan dikeluarkan dari sel dan memodifikasi glikoprotein dari karbohidrat serta menyortir dan mengarahkan protein pada tempat yang se memeharusnya.
•Lisosom, sbg sistempencernaan intersel dan membuang zat asing atau zat yang tak berguna lagi.
•Mitokondria, yang berperan sebagai tempat respirasi sel.
•Sentriol, yang berbentuk seperti tabung kecil yang terdiri atas silinder triplet mikrotubulus berperan penting selama pembelahan sel.
•Sitoskeleton, terbagi menjadi mikrotubulus, mikrofilamen, dan filament intermediet berfungsi dalam mempertahankan struktur sel agar tidak berubah.
•Membran plasma berfungsi sbg penyeleksi zat yang akan masuk ke sel.

Dalam aktivitasnya organel sel melakukan fisiologi dan saling berkoor dinasi untuk mempertahankan dan memperbanyak sel, dengan maksud agar sel yang rusak dapat diganti oleh sel yang telah di hasilkan.
Banyak sekali aktivitas sel yang dilakukan di dalamnya spt metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang semua itu dilakukan oleh organel tertentu yang ada di dalam sel.

C.FISIOLOGI SARAF
Dalam melakukan fungsi fisiologisnya, hewan dikendalikan oleh saraf. Saraf ini harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasi organism sesuai dengan perintahnya, bila tidak maka suatu organism tidak akan melakukan fungsi kehidupannya dengan baik.
Saraf memiliki sel penyusun yaitu Neuron dan sel glia.
Neuron berdasarkan fungsinya terbagi menjadi neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik. Neuron bekerja menghasilkan potensial aksi yang kemudian menjadi impuls dan kemudian diteruskan ke sel lain untuk melakukan respon.
Adapun Sel glia memiliki peran sbg pembung zat sisa dari sekitar neuron, menjaga lingkungan ionic neuron agar selalu tepat, dan mendukung sel saraf dalam fungsi kendali dan koordinasi tubuh.
Sel saraf memiliki komponen yang terdiri dari badan sel yang berfungsi sbg tempat sintesis neuron transmitter,dendrite sbg penerima rangsang dan membawanya ke badan sel, Akson sbg penjalar impuls ke ujung akson.
Dalam fisiologi saraf dikenal istilah istilah berikut:

1.Polarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf tidak sedang menjalarkan rangsang
2.Depolarisasi, yaitu konddisi dimana sel saraf dalam keadaan menerima rangsang dan menjalarkannya shingga sel saraf melakukan aksi.
3.Repolarisasi, yaitu kondisi dimana sel saraf melakukan peregangan setelah terjadi penjalaran impuls.
Ketiga istilah tersebut merupakan aktivitas dari sel saraf yang senantiasa akan terus terjadi berulang ulang dalam melaksanakan fisiologinya.